Lewati ke konten

Kategori

Puisi

Puisi-puisi Eddy Pranata PNP
Puisi · Eddy Pranata PNP
June 20, 2026

Puisi-puisi Eddy Pranata PNP

SELAMAT JALAN IYUT FITRA*) air mataku tetes, berderai… –innalillahi wainnaillaihi roji’un… : selamat jalan adikku iyut fitra surga terindah untukmu puisi-puisimu akan menjelma perahu bercahaya gemerlap mengarungi pelayaran…

Puisi-puisi Polanco Surya Achri
Puisi · Polanco Surya Achri
May 25, 2026

Puisi-puisi Polanco Surya Achri

Ada yang berkata, pada tiap diri manusia, ada binatang buas, yang ganas... Aku ini ular purba yang ingin terlelap dan bermimpi, ingin terlelap  di salah satu dahan Pohon Khuldi yang tiada terlampau tinggi.

Puisi-puisi Andi Wirambara
Puisi · Andi Wirambara
May 25, 2026

Puisi-puisi Andi Wirambara

Di lengang keningmu, aku duduk dan menunggu dinding-dinding kosong berubah menjadi hamparan laut. Tiap sore tiba aku berdoa, semoga matahari terbenam ke dalam laci kamarku di mana mesin waktu telah menunggu dan membawanya ke masa lalu. Masa ketika kita masih saling bergantian mencubit hidung, di latar deru gemulung ombak yang juga bergantian datang usai menempa-nempa mendung.

Ilustrasi puisi "Beberapa Bait Snimea" karya Jein Oktaviany oleh Gilang Nuari.
Puisi · Jein Oktaviany
April 30, 2026

Puisi-puisi Jein Oktaviany

rel telah habis. seharusnya, perjalananmu sudah sampai. di stasiun, segala kenang menantimu pulang. dari gerbong, tiketmu melambaikan tangan.

Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara
Puisi · Rifqi Septian Dewantara
April 30, 2026

Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara

Perempuan itu berjalan, seolah mengerti bahwa hidup memang berat, ia ikat agar tak putus di tengah perjalanan. Kadang aku melihatnya rapuh, tapi dadanya rela menahan semesta; selalu siap diisi sunyi namun diam-diam menyelamatkan hari.

Puisi · Admin Suku Sastra
April 30, 2026

Puisi-Puisi Iyut Fitra

lihat, talinya putus. layang-layang menghilang ke balik awan umur terus diburu. usia pasrah dalam kejaran ke mana lagi menjemput kata. yang dicari masih bernama hilang di jalanan orang-orang menjadi tua seketika mengurai-urai nasib bermimpi tentang silam yang angkuh lalu menulis di lembar-lembar pudar

Puisi-puisi Polanco Surya Achri
Puisi · Polanco Surya Achri
January 5, 2026

Puisi-puisi Polanco Surya Achri

Aku hanyalah cacing yang senang kepada tembang para petani, hanya geliat yang suka dengarkan riwayat dari ayat-ayat.

Puisi · Maria Utami
November 5, 2025

Puisi-Puisi Maria Utami

Peta kota ini perlahan kuhafal, bukan dari buku melainkan jalan buntu serta salah belok yang sering kutempuh.

Puisi · Khalil Satta Elman
October 25, 2025

Puisi-Puisi Khalil Satta Èlman

Khalil Satta Èlman, lahir di Sumenep, Madura, 7 Mei 2003. Mahasiswa Filsafat di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Menulis puisi dan prosa, berkegiatan di Komunitas Kutub Yogyakarta.

Mau kirim karya? Yuk baca ketentuan redaksi.