Lewati ke konten

Kategori

Esai

Sastra Kini, Sastra Digital, dan Pengalaman Seorang Penulis Pemula
Esai · Muhammad Ilfan Zulfani
April 30, 2026

Sastra Kini, Sastra Digital, dan Pengalaman Seorang Penulis Pemula

karya sastra di ranah digital—medsos—sesungguhnya bukan hanya bersaing dengan karya sastra digital lainnya, tetapi juga dengan bentuk-bentuk “karya digital” yang lain. Agak berbeda dengan karya sastra yang konvensional di era lebih dulu, di mana mungkin ia hanya bersaing dengan jenis tulisan lain di koran atau majalah, tetapi setidaknya kedua-duanya sama-sama teks

Esai · Ari Ambarwati
November 10, 2025

Bocah, Gajah, dan Sirkulasi Dosa

Bocah menjadi korban ganda: korban dari insiden yang ia sendiri picu (tanpa sepenuhnya memahami konsekuensinya), dan korban dari sistem yang gagal mengajarinya tentang tanggung jawab dan empati.

Esai · Via Ajeng Mulyani
August 26, 2025

Membaca Intimasi Luka dalam Hatarakibachi

Apakah kedekatan yang dibentuk oleh fokalisasi internal benar-benar menghadirkan empati atau justru memperhalus luka dengan membuat penderitaan tampak puitis dan bisa dikonsumsi dengan nyaman?

Kredit: FSY 2025.
Esai · Admin Suku Sastra
August 5, 2025

Penguatan Ekosistem Sastra Berbasis Komunitas di Yogyakarta

Berangkat dari pertemuan gagasan dalam Diskusi Kelompok Terpumpun (Focus Group Discussion) yang melibatkan 30 komunitas sastra lintas latar dan bentuk ekspresi, serta dari dinamika pemikiran yang muncul sepanjang perhelatan Festival Sastra Yogyakarta 2025, tersarikanlah sejumlah rekomendasi sebagai pijakan awal untuk memperkuat ekosistem komunitas sastra yang tumbuh dan berakar di Yogyakarta.

Kesadaran Atas Kebisuan Perintah
Esai · Muhammad Qadhafi
July 22, 2025

Kesadaran Atas Kebisuan Perintah

Di luar baik-buruknya tujuan suatu perintah, mula-mula, yang perlu kita lakukan adalah menyadari keberadaannya. Jika perintah itu terselubung, tak ada jalan untuk memastikan keberadaannya selain dengan penyingkapan.

Nge-Lantip: Sebuah Catatan
Esai · Abdillah Danny
May 9, 2025

Nge-Lantip: Sebuah Catatan

Bagi saya, setiap kepulangan adalah laku nge-Lantip. Mahasiswa harus paham ritme, keseimbangan, keharmonisan.

Mau kirim karya? Yuk baca ketentuan redaksi.