Lewati ke konten

Kategori

Esai

Sampul buku Dari Spekulasi Ignoramus hingga Ingin Jadi Budi Darma Sehimpun Kritik Sastra. Suku Sastra, 2024.
Esai · Dhea Jhoty Putri
November 27, 2024

Kuasa dan Oplosan: “Kutukan Lara Ireng” Karya Iksaka Banu

melalui cerpen yang terhimpun dalam buku Teh dan Pengkhianat ini, pengarang tampaknya melayangkan kritik sosial—mengutuki para pengambil kebijakan dan penegak hukum yang menyalahgunakan wewenang demi kepentingan pribadi.

Sampul buku Dari Spekulasi Ignoramus hingga Ingin Jadi Budi Darma Sehimpun Kritik Sastra. Suku Sastra, 2024.
Esai · M. Naufal Waliyuddin
November 12, 2024

Anomali dan Estetika Paradoks

Dalam kesenian, termasuk kesusastraan, estetika dapat mengambil bentuk lewat pertentangan dua hal yang bersatu-padu. Begitulah kira-kira, secara sederhana, pengertian estetika paradoks.

Sampul buku Dari Spekulasi Ignoramus hingga Ingin Jadi Budi Darma Sehimpun Kritik Sastra. Suku Sastra, 2024.
Esai · Raihan Robby
November 6, 2024

Subagio Versus Subagio

Subagio Sastrowardoyo (1924-1995) adalah seorang sastrawan serba bisa. Ia memiliki mata penyair dan kritikus. Ketika menggunakan mata penyairnya, ia telah menerbitkan beberapa buku puisi seperti Simphoni (1957), kemudian…

Sampul buku Dari Spekulasi Ignoramus hingga Ingin Jadi Budi Darma Sehimpun Kritik Sastra. Suku Sastra, 2024.
Esai · M. Thoriq Aufar
October 26, 2024

Spekulasi Ignoramus dalam Memperhitungkan Keruntuhan Bumi

Pada beberapa bagian, narator tahu banyak hal tentang latar yang ingin diujicobakan pengarang sebagai dunia futuristik lengkap dengan sebab-akibat di baliknya sebagai bentuk antroposentrisme. Namun, pada beberapa hal, pengetahuan narator, sekaligus juga Stephen sebagai tokoh, cukup terbatas dan menampakkan ketidakberdayaannya (teosentris). Sehingga, yang muncul adalah tumpang tindih antara hal-hal yang pengarang ingin jelaskan sekaligus meninggalkan permasalahan yang tak selesai di waktu yang bersamaan.

Esai Gabriel Garcia Marquez. Sumber: Humanidades.com
Esai · Admin Suku Sastra
September 23, 2024

Baik, Mari Kita Mengobrol tentang Kesusastraan

Esai Gabriel Garcia Marquez ini mengungkapkan, dengan kejenakaan khas Gabo, pergulatan dalam proses menulis karya sastra. Ia mengutip, antara lain, Mario Vargas Llosa, Jose Luis Borges, dan William Faulkner.

Mau kirim karya? Yuk baca ketentuan redaksi.