Puisi-puisi Jein Oktaviany
April 30, 2026 · Jein Oktaviany
beberapa bait sinema
1.
pada matamu, aku sempat mencoba masuk demi sebuah drama komedi lama. “picisan,” keluhku sambil tetap menikmati.
2.
kau membeli dua tiket kartun, satu popcorn. dan berkata, “menjadi anak-anak adalah sebuah cita-cita bersama.” itulah sebabnya kita tak ingin memikirkan masa depan.
3.
kupeluk tubuhmu mesra dalam sebuah scene distopia. meski setelah itu, film berakhir. tinggal nama banyak orang yang tak diingat. aku khawatir, setelah semuanya selesai, begitulah nasib kita.
4.
dan aku masih mencoba menulis skenario ketika bioskop menjadi begitu sunyi dan tak lagi kutemukan matamu. lalu tanpa suara peringatan, aku tahu bahwa pintu teater takkan pernah lagi dibuka.
2020

rahasia taman
sepasang mata yang mekar tengah berulang tahun. namun aku masih diam pada sepetak kening, menatap ranum bibir di pohon besar itu. angin kencang membuat daun rambutmu jatuh menuju jauh. masihkah engkau sepotong tubuh layu yang disiram tangis?
2019

kematian
rel telah habis. seharusnya, perjalananmu sudah sampai. di stasiun, segala kenang menantimu pulang. dari gerbong, tiketmu melambaikan tangan.
2018

belajar mencintai lagi
kau mencoba menemukan aku dengan membaca buku biografi orang lain. sedangkan aku setia mengingatmu tanpa harus lelah belajar, karena setiap hal seakan menyimpan contekan tentang sejarah kita. mungkin, kita harus mencoba memahami rumus bahagia yang pernah kita renungkan bersama-sama di sela ciuman yang kita curi di tengah pelajaran biologi.
2018


Jein Oktaviany
Lahir di Ciwidey. Aktif di komunitas Kawah Sastra Ciwidey, dan Sebelum Huruf A. Buku kumpulan cerpen perdananya akan segera terbit.
Baca Biografi Selengkapnya →