Setelah Parade Sastra yang ramai pada bulan sebelumnya, Jual Buku Sastra sejenak menepi dan mengatur napas. Lalu, ruang mengobrol dan menyastra di toko buku, penerbit, sekaligus komunitas tersebut…
Warta Suku Sastra
Menyajikan kabar terbaru seputar sastra, seni, kebudayaan, informasi kompetisi, serta agenda komunitas sastra tanah air.
Setelah Parade Sastra yang ramai pada bulan sebelumnya, Jual Buku Sastra sejenak menepi dan mengatur napas. Lalu, ruang mengobrol dan menyastra di toko buku, penerbit, sekaligus komunitas tersebut…
Kenapa malam minggu menjadi malam yang selalu dihubungkan dengan hal-hal romantis?
Sindikat Tuak Perempuan: Gragas akhirnya bukan sekadar teater, melainkan pernyataan sikap.
Seperti yang sudah-sudah, perjumpaan di Kedai JBS (Jual Buku Sastra) selalu melibatkan hamparan rerumputan, bising jangkrik, dan riuh kodok.
Dalam urusan sate, kita tahu tusukan itu penting. Tetapi, untuk menikmatinya, kita toh perlu membuang tusukan itu, dan sibuk menggigit daging lain dan mengunyahnya.
Saya langsung memposting story WhatsApp menggunakan aksara jawa: ꦧꦿꦺꦤ꧀ꦣ.
Sama seperti bazar buku, Musik Senja ini setiap hari ada. Maka terdapat sebelas senja yang sudah beriring musik di kawasan Grhatama Pustaka.
Panitia sedang berusaha mengulangi keindahan yang ada dalam dongeng nusantara, tetapi mencoba mewujudkan pengulagan itu melalui artefak budaya yang berbeda.
Seakan penyelenggara mengajak semua untuk bertanya, “Setelah sebelas hari, apa sebenarnya arti book fair-book fair ini?”