Lewati ke konten

Warta Suku Sastra

Peristiwa & Kabar

Menyajikan kabar terbaru seputar sastra, seni, kebudayaan, informasi kompetisi, serta agenda komunitas sastra tanah air.

Kredit: Ruli Andriansah
Peristiwa · Rully Andrian Syah
July 31, 2025

Tunduk pada jalannya alam, patuh pada kejujuran, dan setia pada kewajaran. Dan kau, sebab kata-kata itu, merasa mulai memahami bahasa bambu.

Kesaksikan Sang Penduka
Peristiwa · Kanya Kiarra
July 28, 2025

Jaksa penuntut ada empat orang. Bukan jaksa sungguhan, tentu saja. Tapi, dalam teater yang dimainkan dengan kesungguhan itu, keempatnya duduk sebagai jaksa: Gonjes Kepal SPI, Katrin Bandel, Astrid Resa, dan Saut Situmorang.

Kredit: Omah Petroek
Peristiwa · Kanya Kiarra
July 21, 2025

Tahun 2021, Faiq mulai mengkurasi cerpen Kompas. Ia membaca cepat dan menilai lebih cepat lagi. “Lima belas detik pertama menentukan,” katanya. Cerpen yang tidak sanggup menawan dalam waktu itu, ia tinggalkan.

Kredit: Kanya Kiarra.
Peristiwa · Kanya Kiarra
July 20, 2025

Mengapa bukan tentara atau GAM yang menjadi tokoh utama? Ida menjawab pendek: karena yang paling rentan sering kali tidak dianggap penting—perempuan dan anak-anak. Emak-emak di kampung tidak bicara soal ideologi.

Diskusi buku novel Nyi Sadikem karya Artie Ahmad, Festival Literasi Yogyakarta, DPAD, Jumat, 11 Juli 2023.
Peristiwa · Admin Suku Sastra
July 13, 2025

Artie menulis embrio Nyi Sadikem sebagai catatan kasar di buku dan terpikir untuk menciptakan sosok gowok yang tidak lazim. Gowok ciptaan Artie adalah perempuan Indo Belanda bernama Elizabeth van Kirk. Lazimnya, gowok adalah perempuan pribumi Jawa.

Kredit: Buku Akik.
Peristiwa · Kanya Kiarra
July 9, 2025

Cerita-cerita dalam buku itu awalnya muncul di koran Minggu: Tempo dan Media Indonesia. Dua tempat yang masih memberi ruang pada cerita yang tak tahu diri. Saat itu cerpen di koran harus mengandung unsur jurnalistik. Sastra harus mengabarkan sesuatu. Sastra harus seperti berita yang malu-malu disebut fiksi.

Mau kirim karya? Yuk baca ketentuan redaksi.