Telah cukup lama ia absen dari produksi pertunjukan, dan malam itu mungkin ia bisa menemukan inspirasi ketika tiba saatnya untuk berakting lagi.
Warta Suku Sastra
Menyajikan kabar terbaru seputar sastra, seni, kebudayaan, informasi kompetisi, serta agenda komunitas sastra tanah air.
Telah cukup lama ia absen dari produksi pertunjukan, dan malam itu mungkin ia bisa menemukan inspirasi ketika tiba saatnya untuk berakting lagi.
Horor pembatasan informasi itu telah memicu lahirnya konsep perpustakaan tanpa dinding (library without borders) yang baru saya tahu usai mendengar percakapan tiga pembicara gelar wicara di panggung utama Jogja Book Fair (JBF) di serambi Grhatama Pustaka.
Jika Orwell mengambil hewan-hewan peternakan seperti babi, kuda, kambing, dan sapi, Ratih mengambil dunia serangga. Ratih melihat ada begitu banyak kesamaan antara manusia dan semut, terutama pada struktur sosialnya.
Banyak kedukaan yang sifatnya general. Misalnya kehilangan peluang, kesempatan, atau sesepele kehilangan file tulisan.
Ketika kata “ekosistem” kembali dilontarkan dari podium, orang-orang di kota ini hanya mengangguk tipis.
Ketika ada satu-dua hal yang tersangkut di pikirannya, ia menulis. Dan mungkin, menurutnya, Human dan Angel itu adalah representasi dari dirinya. Gejolak batinnya.
Melampaui memoar, bagi Ajeng, Jejak Tapak juga sebuah arsip kultural: dokumen hidup dari pengalaman yang tertanam dalam bahasa dan laku.
Saya gagal. Saya mengaku kalah. Saya cuma bisa ndeprok di kaki pohon bodhi. Tembang terdengar sampai sini. Mengalun, menyelisih daun-daun. … Ya Allah berikanlah selawat kepada pemimpin kami…
Mungkin kalau ibarat pepatah, satu bungkus rokok dua tiga buku terlampaui.