Puisi-Puisi Yeni Maulidah
September 24, 2021 · Yeni Maulidah

Rambu-Rambu Lalu Lintas
Dari seberang jalan, tampak rambu-rambu lalu lintas
Kendaraan melintas tanpa batas,
kecepatan yang sewajarnya
Katanya, “bila terlalu lama berdiam dalam rambu-rambu itu”
Hanya terik panas yang dapat menyerang tubuh
Simbol-simbolnya telah mati
Tak ada lagi makna di balik warna
Serta pengatur jalan raya
Cirebon, 2021
[button link="https://www.sukusastra.com/category/sastra/fiksi/puisi/" type="big"] Baca Kumpulan Puisi Suku Sastra[/button]
Merpati
Dahulu,
Aku begitu percaya bahwa merpati
adalah kita yang dipersingkat waktu
Namun tak lama,
Angin tiba-tiba saja membawanya
pada haluan yang berbeda
Sekarang,
Keduanya saling terpisah.
Ada yang memilih terbang
mengepakan saya-sayapnya di cakrawala
Sedang yang satunya
memilih tinggal
di dalam sarang hangatnya
Cirebon, 2021
Yeni Maulidah lahir di Cirebon, 10 Mei 2004. Merupakan seorang pelajar di SMAN 1 Dukupuntang. Hobi menulis karya fiksi dan nonfiksi. Buku solo pertamanya “Seni Menanggapi Peristiwa†terbitan 2021. Beberapa karyanya dimuat dalam buku antologi, surat kabar Radar Cirebon, Radar Pekalongan, Harian BMR Fox, dan media massa. Bisa disapa melalui instagram @yeniem_10
Baca Biografi Selengkapnya →