Puisi-Puisi Abed Ilyas
October 1, 2021 · Abed Ilyas

Penggembala
kokoh gunung-gunung
menyembunyikan luka-luka savana
kelambu kabut menyelimuti
lelehan air mata penggembala
sedu-sedu rahasia
dalam lenguh lembu-lembu
dalam riuh burung-burung
kerja matahari
memulangkan bayang-bayang
menuju timur
memulangkan penggembala
menuju tidur
diiringi bunyi kalung-kalung
Siluet Sampan
di kejauhan laut dini hari
cahaya purnama tumpah
serupa lelehan lem
menyatukan pecah-pecah laut
sampan-sampan
menyisakan zikir nelayan
di keheningan angin
berharap arus datang
menuntun ikan-ikan
dan kepulangan
[button link="https://www.sukusastra.com/category/sastra/fiksi/puisi/" type="big"] Baca puisi-puisi lainnya di sini[/button]
Angin
riwayatku
mengekalkan ombak
tebing-tebing jadi sajak
kerja mesin di badan sampan
memotong tangan-tanganku
mengganggu tarian ikan-ikan
di lantai laut
ketika hari rebah
aku menimang-nimang
sampan-sampan semalaman
menjarahnya pelan-pelan
Keong
kemarau memanjang
pada batang-batang padi
keong-keong menganga
menagih hujan bagi telur-telur
yang mati
di bawah kaki petani
renyah terdengar pecah
cangkang-cangkang tanah
mengalir air mata dan darah
rumah-rumah keong
rumah-rumah kosong
Es Serut
sore langit
awan kemawan
serupa serutan es
di tangan bapak
dilumuri jingga pemanis
pemanis adalah kejahatan
berakibat flu dan batuk
anak-anak lain
dingin tangan bapak
menjaga dapur di rumah
Pelajaran Geologi
genting
hajat memaksa keluar
seisi perut bekas sarapan
buru-buru
kuambil batu
kumasukkan saku
Lahir di Mataram, Lombok, 23 Agustus 1997. Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Mataram. Bergiat di Komunitas Akarpohon, Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Baca Biografi Selengkapnya →