Lewati ke konten

Puisi-Puisi Moch Aldy MA

September 3, 2026 · Moch Aldy MA

Puisi-Puisi Moch Aldy MA

Membaca Nietzsche

di Turin
kau peluk kuda bisu itu
seolah ia bisa menjinakkan
badai tak bernama
yang mematahkanmu telak.
sedang di meja
selembar surat tak sempat
kau kirimkan: tentang
pendar senja yang retak &
cinta sebagai anjing
berkepala tiga dari neraka.

tapi waktu mencatat
kau pernah tegak berdiri
menghadap Alpen
mengira siur angin di sana
tahu siapa-siapa yang
kau kubur. ibu, ayah, &
sepi yang tumbuh subur
umpama jamur
di tengah meditasimu.

filsafatmu, kata para budak itu
adalah mesin jahit tua:
membordir hutan-hutan
menjadi tuhan baru.
huru-hara
menjadi hari-hari esok.

barangkali
di kehidupan selanjutnya
kau tak lagi keok &
punya lebih banyak sinting
untuk menato dadamu:
beranilah engkau berani
kau bakal menjumpai
dirimu sendiri.

(2025)

 

Membaca Camus

kau genggam matahari
dengan telapak telanjang—
teriknya menyingkap
sesuatu berat kau akui:
yang garib adalah
sohibmu paling karib.

sehelai koran lusuh
masih menyimpan bau garam
lelucon film komedi &
berita tentang seorang lelaki
yang lupa cara berlinang.

barangkali kau
teringat betapa sering
menyalib malang
pada gelas-gelas kopimu.

sebab dunia terlalu gigan
untuk vis-à-vis
letusan-letusan petit
di dadamu
yang sempit.

di luar
hakim masih menanyai:
apa arti bebas
bila hidup hanya
panas di dahi &
napas yang tersengal
setiap
hari?

(2025)

 

Ipsa Historia Repetit

: 1965


di sana, yang menang
memegang kesimpulan.

maka mereka
meringkas peristiwa
memangkas sangsi
memutihkan memar
menghapus bau hangus &
rengekan bayi
dari buku-buku tebal
yang tersenyum masam pada debu.

sedang di sini kau dengar
langkah serdadu yang lupa
untuk siapa menumpahkan darah—
seorang ibu kehilangan
setengah daging tubuhnya.

sejarah,
tanpa menyigi yang nyeri
cuma daftar panjang
hal yang tak pernah kita mengerti.

(2025)

 

Membaca Szymborska

setiap kali tanah digali
sesuatu yang purba mengintai:
dendam, pecahan piring,
sunyi, tulang ayam,
pusing-pusing yang tak usai.

di gedung-gedung tinggi,
lampu menyala cemerlang
seperti gugus bintang palsu
memetakan rasi-rasi kehidupan:
lupa, cicilan, terburu-buru.

seekor kucing menyeberang
tak peduli sejarah atau tata ruang.
ia mengerti betul, kota ini
milik yang berani berjudi.

kau berjalan di antara bangunan
yang tidak lebih kusam
dari nama-nama tuhan
di sepertiga malam.

tahun-tahun terlewat
seperti kita, kota juga
tak bisa mengingat
semua yang sempat mencintainya.

(2025)

Foto profil penyair Moch Aldy MA
Tentang Penulis

Moch Aldy MA

Lahir: Bogor, 27 Maet 2000

Moch Aldy MA adalah pendiri media daring Gudang Perspektif, editor Omong-Omong Media, dan penerjemah di OM Institute. Karya-karya fiksi dan nonfiksinya terbit di berbagai media massa. Pada 2025, ia mengikuti Program Penulisan Majelis Sastra Asia Tenggara di bidang puisi.

Baca Biografi Selengkapnya →
Mau kirim karya? Yuk baca ketentuan redaksi.