Reportase
August 9, 2025 · Dedi Sahara
1/
Di meja kuning ini
bakwan goreng, hangat nutrisari
dan lagu pop melayu diputar.
Tiga remaja canggung
dengan seragam biru langit,
penuh kebanggaan
mengisap hitam tembakau
dan tiga cangkir torabika
sehitam kata-kata mereka
soal nasib sebuah bangsa yang terkunci
dalam tempurungnya sendiri.
Pukul 22.35, lagu pop melayu
dan kata-kata mereka
masih berputar-putar, saling berkejaran
dan meledak di udara gersang
seperti luruhan serbuk merica
di atas indomie.
2/
Menyusuri lorong-lorong ini
seperti memasuki jalan pikiranmu
yang dingin dan kusut.
Benteng beton kokoh berdiri
di bawah kaki kanannya yang perkasa,
mengalir sungai kecil cokelat keunguan,
plastik dan tahi mengambang tenang,
saling berpagutan.
Dari kejauhan,
dari celah-celah kepak sayap malam
masih terdengar ingar bingar
mesin pabrik dan kendaraan.
Sungguh, Kota Kembang ini
(yang konon tercipta saat Tuhan bahagia)
masih saja bergadang, walau nasib
sudah sering kena asam lambung.
2021