Lewati ke konten

Puisi Arif Billah

October 4, 2024 · Arif Billah

Pergi

musim panas membentangkan sayapnya
aku pergi ke barat untuk memeluk senja
setelah matahari tak terbit lagi dari matamu
dan tertinggal di ufuk paling tak terjangkau

2024

Ilustrasi: Haiku Suluh Wangsa

Kalau

aku tahu kamu bukan hutan basah
yang menjelma perempuan beraroma hujan

kamu pun tahu lirik di atas hanyalah sepotong
rayu yang perlahan lindap di temaram hatimu

namun kita sama-sama tahu kalau menghabiskan waktu
berdua di antara ingsutan pinus dan harum embun
adalah sebuah mimpi indah

aku akan duduk di kursi yang dingin sandarannya
sambil membaca puisi Pablo Neruda

lalu kamu di seberang meja,
menatap jauh hingga menembus
ke dalam jantung hutan pinus
sambil menghidu teh hangatmu

            kalau saja itu adalah nasib kita berdua

2024

Jika

jika kau adalah rumah
maka aku hanyalah dingin
yang terperangkap
dalam kamarmu

2024

Bunga Di Balik Kabut

aku yakin kau adalah bunga
dari balik kabut. hanya mampu kuhidu
semerbak aromamu, di antara pandangku yang surut

aku yakin kau memang bunga
namun menyentuhmu aku harus siap terluka
akibat duri tajam bersembunyi di tiap kelopaknya

seperti kau
bunga yang menyepi
dan bersembunyi di balik kabut

2024

Terdampar

dik, akhirnya laut tak lagi kelihatan
            menyeramkan
ombak saling berlipatan dengan cerita
            yang mereka simpan
seperti buku yang kau bolak-balikkan
untuk menemukan ke mana akhirnya
kau akan sandar

dengan menyaksikan arah bintang beredar
aku tahu ke mana pendar matamu menuju
dan kau akan terus berlayar bersama camar-camar

sedang aku hanya biduk yang dimakan karang, dik!

2024

Tandus

jika masa lalu adalah debu
maka aku akan menjadi pasir mimpi
di masa depanmu yang kelabu
bagai jelaga sisa kobaran api

atau kita adalah abu
dari panasnya api yang menari
setelah mesiu terpantik oleh doaku
di hamparan perdu dalam dadamu

tandusku tak akan sampai
pada gembur tubuhmu
untuk kusemai
dengan benih-benih debu

karena masa lalu
hanyalah arang dan abu
tanpa api yang menyala
seperti mimpi dalam gulita

2024

Deodoran

Semoga sedih yang diberikan tuhan
bisa jadi deodoran buat menyingkirkan kenangan
yang lengket dan menetap seperti bau badan

2024

A
Tentang Penulis

Arif Billah

Arif Billah adalah lulusan Ilmu Komunikasi UMY yang bekerja sebagai editor video. Selain menulis skenario, ia juga menulis naskah lakon, puisi, cerpen, dan esai.

Baca Biografi Selengkapnya →
Mau kirim karya? Yuk baca ketentuan redaksi.