Sama seperti bazar buku, Musik Senja ini setiap hari ada. Maka terdapat sebelas senja yang sudah beriring musik di kawasan Grhatama Pustaka.
Warta Suku Sastra
Menyajikan kabar terbaru seputar sastra, seni, kebudayaan, informasi kompetisi, serta agenda komunitas sastra tanah air.
Sama seperti bazar buku, Musik Senja ini setiap hari ada. Maka terdapat sebelas senja yang sudah beriring musik di kawasan Grhatama Pustaka.
Panitia sedang berusaha mengulangi keindahan yang ada dalam dongeng nusantara, tetapi mencoba mewujudkan pengulagan itu melalui artefak budaya yang berbeda.
Seakan penyelenggara mengajak semua untuk bertanya, “Setelah sebelas hari, apa sebenarnya arti book fair-book fair ini?”
Bibir Joko Bodho dimonyongkan, dicat warna merah hingga dagu, dan tangannya bergerak ke atas dan ke bawah—seperti orang sedang ngamen membunyikan “icik-icik”.
Puisi mesti hadir sebagai pengalaman dan semua orang berhak mengalami puisi. Tak hanya orang-orang sastra seperti Anda.
abad ke-19 adalah tonggak setidaknya dalam sejarah seni rupa pribumi. Tersebutlah nama Raden Saleh (1811-1880)
Kita hampir menemukan komedi di mana pun, kendati tidak semuanya benar-benar layak untuk didengar atau ditanggapi.
Teman-teman difabel tidak ingin dikasihani dan tidak ingin dianggap kekurangan, tetapi ingin diakui sebagai warga yang berhak mengakses teknologi, membaca, dan hidup dengan martabat setara.
Mereka yang berkesadaran dan ingin mengubah nasibnya, dari sebagai korban menjadi pulih kembali, nyatanya sangat sedikit.