Dongeng dari Singapura : Pulau Tumasik Jadi Singapura
October 17, 2026 · Tun Sri Lanang
Sukusastra-Dahulu kala, seorang raja dari Kerajaan Sriwijaya bernama Raja Nila melakukan perjalanan laut. Beliau berlayar bersama para perwira terbaiknya yang sangat setia. Perjalanan ini bertujuan untuk menjelajahi samudra luas.
Di tengah perjalanan, cuaca tiba-tiba berubah menjadi sangat buruk. Badai topan yang sangat besar datang mengguncang kapal mereka. Gelombang laut naik tinggi dan membuat seisi kapal panik.
Melihat situasi yang berbahaya, kapten kapal segera menghadap Raja Nila. Kapten melaporkan bahwa kapal bisa tenggelam jika terus menerjang badai. Beliau menyarankan agar mereka segera mencari tempat berlindung.
Raja Nila dengan bijaksana langsung menyetujui saran sang kapten. Beliau memerintahkan nakhoda untuk mencari pulau terdekat demi keselamatan bersama. Perjalanan utama mereka terpaksa ditunda demi keamanan.
Nakhoda kapal yang sangat berpengalaman segera mengarahkan kemudi. Ia tahu ada sebuah pulau terdekat yang aman bernama Pulau Tumasik. Kapal kerajaan pun segera bergerak dan berhasil berlabuh di sana.
Sambil menunggu badai reda dan laut kembali tenang, Raja Nila merasa bosan. Beliau kemudian mengajak para pengawalnya untuk berjalan-jalan di sekitar pulau. Mereka ingin melihat keindahan alam yang ada di Pulau Tumasik.
Raja Nila dan rombongannya mulai berjalan memasuki hutan yang sangat lebat. Mereka menikmati pemandangan pohon hijau dan mendengarkan kicauan burung yang merdu. Setelah berjalan cukup jauh, mereka tiba di sebuah lembah rumput yang luas.
Tiba-tiba, sebuah suara auman yang sangat keras mengejutkan mereka semua. Raja Nila melihat seekor binatang besar yang terlihat sangat gagah dari kejauhan. Binatang itu memiliki bulu keemasan yang berkilau di bawah sinar matahari.
Raja Nila sangat terkejut dan langsung bertanya kepada para pengawalnya. Beliau menanyakan jenis binatang besar yang baru pertama kali dilihatnya itu. Suasana menjadi tegang karena semua orang terpaku melihat keindahan hewan tersebut.
Seorang pengawal maju mendekati raja dan menjawab pertanyaan tersebut dengan sopan. Ia menjelaskan bahwa masyarakat setempat menyebut hewan gagah itu sebagai singa. Raja Nila menjadi sangat penasaran setelah mendengar nama hewan tersebut.
Raja Nila kemudian meminta penjelasan yang lebih lengkap mengenai kehidupan singa. Pengawal tersebut menceritakan cara hidup, makanan, dan bagaimana singa berkembang biak. Raja mendengarkan semua cerita itu dengan penuh rasa takjub.
Raja Nila sangat mengagumi kegagahan dan keberanian yang dimiliki oleh singa. Sebagai bentuk penghormatan, beliau memutuskan untuk mengubah nama Pulau Tumasik. Beliau secara resmi menamai tempat itu dengan nama Singapura atau Pulau Singa.
Seasai saat itu, pulau kecil tersebut dikenal luas dengan nama Singapura. Nama pemberian Raja Nila dari Sriwijaya ini terus bertahan hingga menjadi kota modern sekarang. Kisah ini menjadi awal mula sejarah berdirinya negara Singapura.
Setiap pemimpin harus selalu mengutamakan keselamatan bersama di atas kepentingan pribadi saat menghadapi situasi yang berbahaya. Kita juga harus pandai bersyukur dan menghargai keindahan serta keunikan alam di sekitar tempat baru. Rasa kagum terhadap makhluk hidup lain dapat menginspirasi kita untuk memberikan penghormatan yang abadi, seperti melestarikan nilai kebaikan demi menciptakan masa depan dunia yang jauh lebih indah selamanya.