Lewati ke konten

Dongeng dari Rusia : Sivka-Burka

October 16, 2026 · Alexander Afanasyev

Sukusastra-Di sebuah desa di Rusia, hiduplah seorang petani tua yang memiliki tiga orang anak laki-laki. Mereka mempunyai sebuah ladang gandum yang sangat luas sebagai sumber kehidupan. Suatu hari, petani itu terkejut karena tanaman gandumnya rusak diinjak-injak oleh sesuatu.

Petani tua kemudian memerintahkan anak-anaknya untuk berjaga di ladang sepanjang malam bergantian. Pada malam pertama, si anak sulung pergi ke ladang untuk bertugas. Namun, ia justru tertidur pulas hingga pagi hari dan tidak melihat apa pun.

Malam berikutnya, giliran anak kedua yang pergi ke ladang gandum tersebut. Sama seperti kakaknya, anak kedua ini juga malah tidur dengan sangat nyenyak. Keesokan harinya, ladang mereka kembali ditemukan dalam kondisi yang rusak parah.

Pada malam ketiga, tibalah giliran anak bungsu yang bernama Ivanushka untuk berjaga. Petani tua sebenarnya sempat ragu dengan kemampuan anak bungsunya yang terlihat polos. Di luar dugaan, Ivanushka tetap terjaga dan waspada di tengah kegelapan malam.

Tepat tengah malam, Ivanushka melihat seekor kuda jantan abu-abu yang sangat besar. Kuda itu memakai pelana emas yang indah dan kekang dari bahan perak. Kuda ajaib tersebut tampak sedang asyik memakan serta menginjak-injak tanaman gandum.

Dengan gerakan yang sangat gesit, Ivanushka berhasil mendekat lalu menangkap kuda jantan itu. Kuda tersebut memohon agar dilepaskan dan berjanji akan menjadi sahabat setianya. Kuda itu memberi tahu cara memanggilnya dengan bersiul dan menyebut nama Sivka-Burka.

Ivanushka merasa iba lalu melepaskan kuda jantan ajaib itu pergi dari ladang. Suatu hari, pemimpin negeri yang bernama Tsar mengadakan sebuah perlombaan yang besar. Pertandingan ini bertujuan untuk mencari calon suami bagi putri setianya sekaligus penerus takhta.

Tsar menempatkan putrinya di atas puncak menara yang sangat tinggi di istana. Barang siapa yang bisa melompat tinggi mengambil cincin putri, akan menjadi pemenang. Dua kakak Ivanushka segera pergi ke istana untuk mengikuti kompetisi menarik tersebut.

Ivanushka yang ditinggal di rumah segera bersiul dan memanggil nama Sivka-Burka dengan keras. Kuda ajaib itu langsung datang dan mengubah pakaian Ivanushka menjadi sangat mewah. Ivanushka berubah menjadi seorang pemuda yang sangat tampan dan gagah berani.
Mereka lalu pergi ke istana dan mencoba melompat menuju puncak menara tinggi. Lompatan pertama dan kedua masih belum berhasil meraih cincin emas milik sang putri. Barulah pada hari ketiga, Ivanushka berhasil mengambil cincin itu dari jari manis putri.

Setelah berhasil, Ivanushka segera memacu kudanya pulang agar identitasnya tidak diketahui orang. Di rumah, ia kembali menjadi pemuda biasa namun dengan tangan yang diperban. Beberapa hari kemudian, Tsar mengadakan pesta besar dan mengundang seluruh warga desa.

Saat pesta berlangsung, sang putri berkeliling membagikan madu kepada semua tamu yang datang. Ia melihat perban di tangan Ivanushka lalu memintanya untuk membuka perban tersebut. Semua orang terkejut saat melihat cincin milik putri ada di tangan Ivanushka.

Putri langsung berseru gembira kepada ayahnya bahwa Ivanushka adalah sang pemenang sejati. Ivanushka kemudian memanggil Sivka-Burka dan berubah kembali menjadi seorang pemuda yang tampan. Akhirnya, Ivanushka menikah dengan sang putri dan mereka hidup bahagia selamanya.

Pesan Moral / Hikmah Cerita

Kejujuran, kesabaran, dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas akan selalu membuahkan hasil yang manis pada akhirnya. Kita harus selalu berbuat baik dan menepati janji yang telah dibuat kepada sesama makhluk hidup. Sifat penurut dan kebaikan hati yang tulus pasti akan mendatangkan keberuntungan besar serta kebahagiaan sejati dalam kehidupan kita kelak.

Alexander Afanasiev
Tentang Penulis

Alexander Afanasyev

Profil penulis Alexander Afanasyev.

Baca Biografi Selengkapnya →
Mau kirim karya? Yuk baca ketentuan redaksi.