Puisi-Puisi Krismarliyanti
September 8, 2020 · Krismarliyanti
Hilang
Azan menyayat kesunyian
Kunang-kunang berlarian
Ombak menerjang tepi hati
Gema gulana
Memantul dari dinding waktu
Dan lubang kenangan
: tentangmu
Masih Tentang Jarak
Katamu,
Cinta adalah serpihan warna yang terlupa
Cinta adalah konspirasi semesta untuk menyatukan manusia
Katamu,
Cinta tak harus dipertanyakan
Sambutlah cinta dan matikan logika
Kataku,
Cinta adalah ujung jarak yang terindah
Cinta mencipta ruang rindu dan hasrat
Dalam Ratap
Awan hitam terus bergerak
Berpindah mencari retak
Lalu meratap dan merana
Langit menangis,
Bumi menangis
Manusia menangis
Apakah Tuhan juga menangis?
Lahar melahap lahan
Laut meraup nyawa
Angin meraja meratakan atap
Dan aku terdiam dalam bimbang
Ingin rasanya menghadap Tuhan dan bertanya,
Tuhan, marah atau kecewakah kamu pada manusia yang jemawa?
Hingga kau ijinkan angin, laut, dan lahar melahap manusia
Krismarliyanti
Anak kedelapan dari sembilan bersaudara yang lahir pada tanggal 7 Maret 1981 di Rangkasbitung, Banten. Menginjak usia satu tahun, ia beserta keluarga tinggal di Sukabumi, Jawa Barat. Masa kecil hingga remaja pun dihabiskannya di sana. Memasuki usia dewasa, penulis pun memutuskan untuk kuliah di jurusan sastra Inggris, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Di kota inilah ia mulai mengenal dunia sastra dan juga seni teater lebih jauh. Tahun 2006 ketika gempa besar menimpa Yogyakarta, Krismarliyanti berpindah ke Jakarta dan bekerja di sebuah perusahaan swasta. Kerinduan tentang dunia sastra dan seni terus menghantuinya, hingga akhirnya ketika ia menyelesaikan gelar magister pendidikan di Universitas Pelita harapan, menjadi penulis pun merupakan pilihannya. Pada tahun 2007, salah satu karya puisinya dimuat di buku Medan Puisi, antologi puisi Sempena the 1st International poetry Gathering yang diadakan di Medan. Pada tahun 2016 buku kumpulan puisinya yang berjudul Poetry Anthology Lentera, telah terbit. Beberapa dari puisi dan cerpennya juga telah dimuat di harian lokal dan antologi bersama Dengan dukungan penuh dari suaminya, Ia pun tidak hanya menekuni dunia menulis. Seni rupa mulai dirambahnya sejak tiga tahun yang lalu. Hasil karyanya telah dijadikan sebagai cover dan ilustrasi di buku antologi pertamanya.
Baca Biografi Selengkapnya →