Lewati ke konten

Malioboro

July 7, 2025 · Selendang Sulaiman

Malioboro

di malioboro aku mendengar suara umbu
serak mengalun dari bibir sunyi
seorang penyair setia ngemong
anak-anak puisi dari jiwa yang muda.
suara umbu kian denting di malam hening
saat malioboro istirahat di bangku trotoar
yang tak pernah sepi dan bersahabat.

di malioboro aku melihat wajah umbu
di sudut kanan atas lukisan yogyakarta
yang ramah membangun keluarga baru
bagi pendatang belajar berhati nyaman
umbu tersenyum saat jogja tumbuh kangen
di angkringan, alun-alun, tenda kuliner
dan di setiap sudutnya yang romantis.

aku tak berani menyapa umbu
saat mendung menutup bulan jogja
yang tak pernah kehabisan terang
dari mata sepasang kekasih mesra
di sepanjang jalan malioboro
di halaman puisi koran minggu
yang mengajarkan cara tersenyum.

gerimis turun, kukira jogja menangis
ternyata umbu menyiram pohon jiwa
yang tumbuh kekar di kebun nyawa.
aku menyaksikan sepenuh hening
dan merasa umbu duduk di hati
mengoreksi anak-anak jiwaku
yang legam sepekat dedak kopi

gerimis menetes asin
terseka angina di pelipis
menggerai rambut umbu
terkenanglah aku pada hari-hari lapar
bagai bayi disuapi bubur dan asi
aku lega saat merasa umbu menemani
sepanjang malioboro yang penuh rindu.

2024

S
Tentang Penulis

Selendang Sulaiman

Lahir: Sumenep, 18 Oktober

Lahir di Sumenep, 18 Oktober dan kini mukim di Jakarta. Founder arsippuisipenyair.com. Puisi-puisinya tersiar di berbagai media massa cetak dan elektronik serta di sejumlah antologi puisi bersama. Antologi Puisi Tunggalnya: Omerta (Halaman Indonesia, 2018). Buku puisi keduanya “Penganggur Berwajah Touchscreen” terbit pertengahan tahun 2025. Bisa dijumpai di IG @selendangsulaiman dan YouTube Channel @selendangsulaimanofficial

Baca Biografi Selengkapnya →
Mau kirim karya? Yuk baca ketentuan redaksi.