Lewati ke konten

Langit Rekah

May 15, 2025 · Vito Prasetyo

Langit Rekah

Setelah pesan tersimpan di sudut bibirmu 
biarkan malam melumat ke dalam mimpi
bukankah masih ada kata-kata yang tersembunyi di rimba kesunyian 
dan mencecap musim, yang kian dekat dengan matahari 

Aku ingin baca sekali lagi 
petaka rindu yang mengembara di antara ingatan kita 
semakin pudar dan buram
jarak tatapanku terasa jauh 
sedalam liang-lahat mengubur kematian lisanku 

Di penghujung zaman 
serumpun kata, menanti rebah 
jatuh tertelungkup di tanah-tanah diam, bisa jadi itu suluk kitab suci 
sehening rembulan, merah tosca 
(ia) biarkan langit rekah 
mata kita memang terasing 

Adalah puisi, satukan fantasi 
pada deretan kata yang tidak pernah terbasuh 
hari-hari hanya pengulangan peristiwa luka 
mungkin seperti elegi nada sumbang 
memaksa kita bergegas dalam tradisi baru 
biarkan dunia merias wajah 
di cermin digital 
sebab kita adalah puisi yang selalu rekah di langit 

Malang, 2025

V
Tentang Penulis

Vito Prasetyo

Lahir: Makassar, 1964

Vito Prasetyo, lahir di Makassar 1964, bergiat di sastra sejak 1983. Bermukim di Malang. Karyanya dimuat pada puluhan media cetak dan elektronik. Termaktub dalam puluhan buku antologi.

Baca Biografi Selengkapnya →
Mau kirim karya? Yuk baca ketentuan redaksi.