Mengapa Namaku Karna?
February 14, 2025 · Muhammad Maulana Suryo Kusumo
berlayar teratai kembang hatiku.
kau ingat, Ibu Kunthi, dengan bunyi gemercik
di tepi Bengawan Gangga—timur
baluarti keraton Mandura—dan suci bayi
yang kau hanyutkan?
mungkin, kau tak pernah tahu, Ibu.
senja yang paling indah adalah
ketika Adirata menemukanku
pada keranjang emas
yang disisipi daun lontar
bertuliskan Karna Basusena.
ya, namaku Karna Basusena!
kawula Ngawangga memanggilku Adipati Basukarna
dan Ibu Kunthi tetap memanggilku Suryatmaja—mengapa?
apa karena hangat rahimmu pernah
menyatu dengan mani Dewa Surya?
mengapa namaku Karna, Ibu?
celoteh rakyat Mandura mengatakan
aku lahir lewat telingamu: apakah itu nyata?
atau hanya sebuah satir?
agar kenakalanmu tak terdengar
oleh telinga manusia-manusia Mandura?
o, Ibu! aku ini cucu raja
yang telah melewatkan masa-masa
bermain pedang kayu dan panah bambu
dengan adik-adikku yang lahir
setelah kau menikah dengan Pandhu.
aku tak pernah menyesali apa pun itu, Ibu.
sembah baktiku selalu kuhaturkan
dalam kidung malam dan nyala pandam.
salam sayangku akan selalu kusampaikan
dalam kalung legam dan terbang surat merpati.
lalu, teruntuk adikku yang terkasih, Janaka:
rinduku telah siaga berlaga
kangenku bagai tungku bara menyala
menanti detik demi detik pertempuran!
biar mata anak panah kita yang
merajut cerita di Bharatayudha (panahmu
menembus leherku atau panahku
menancap dadamu) bersama pula kita
menarungkan taring Batara Kala—pada
bilah Kaladete dan Kalanadah:
sampai berjumpa di Pategalan Kurusetra!
Yogyakarta, 2024
Muhammad Maulana Suryo Kusumo, lahir di Wonosobo, 13 Agustus 2005. Saat ini tengah menikmati bangku perkuliahan Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung, dan sempat mengenyam pendidikan di Program Studi Sastra Indonesia, FBSB, UNY.
Baca Biografi Selengkapnya →