Lewati ke konten

Dongeng Myanmar : Gagak Putih

October 11, 2026 · Anonim

Sukusastra-Dahulu kala, burung merak dan burung gagak di Myanmar memiliki bulu yang putih bersih. Sayangnya, burung gagak memiliki kebiasaan yang sangat buruk di rumahnya. Sarang gagak selalu terlihat kotor, berantakan, dan ia juga sangat jarang mandi. Akibatnya, bulu putih milik gagak sering kali terlihat kusam dan penuh noda.

Kondisi ini sangat berbeda jauh dengan kehidupan burung merak yang sangat rapi. Merak selalu menjaga kebersihan sarangnya dan rajin mandi beberapa kali sehari. Kebiasaan baik ini membuat bulu merak selalu berkilau indah dan putih bersih. Melihat kemalasan gagak, merak sering merasa khawatir dengan kesehatan sahabatnya itu.

Selain jorok, gagak juga memiliki pola makan yang sangat tidak sehat. Merak sudah sering melarang gagak untuk memakan sisa makanan yang membusuk. Namun, gagak yang malas tetap memilih makanan basi karena mudah didapatkan tanpa bekerja. Padahal, buah-buahan dan biji-bijian segar jauh lebih baik untuk tubuhnya.

Bukannya berterima kasih, gagak justru sering mengejek kebiasaan bersih-bersih si merak. “Apakah seluruh waktumu habis hanya untuk mencuci bulu?” tanya gagak mengejek. Merak tidak marah dan justru menawarkan diri untuk membantu membersihkan bulu gagak. Sayangnya, gagak selalu melengos dan pergi begitu saja.

Suatu hari, merak kembali membujuk gagak agar mau membersihkan badannya yang lecek. Kali ini, gagak terpaksa menurut karena bosan terus-menerus digoda oleh merak. Merak kemudian memiliki sebua

h ide yang sangat menarik untuk mereka berdua. Ia ingin mewarnai bulu mereka agar menjadi burung paling indah.

“Jika bulu kita berwarna-warni, kita pasti menjadi sangat menarik,” ujar merak riang. Gagak setuju dengan ide tersebut meskipun ia menjawabnya dengan sikap acuh tak acuh. Mereka sepakat untuk saling membantu mengecat seluruh bagian bulu secara bergantian. Merak mendapat giliran pertama untuk mengecat seluruh bulu milik sahabatnya itu.

Dengan penuh kesabaran, merak mengoleskan berbagai warna cat ke bulu gagak. Ia melakukannya dengan sangat hati-hati agar hasilnya terlihat sangat rapi dan menawan. Setelah selesai, giliran gagak yang harus mengecat bulu indah milik merak. Gagak pun mulai mengaduk-aduk berbagai warna cat di wadah.

Baru saja satu warna dioleskan, gagak sudah mulai mengeluh dan berteriak tidak sabar. “Merak, cepat selesaikan pekerjaan ini sekarang juga!” seru gagak dengan kesal. Merak memohon agar gagak bersabar agar hasilnya bisa seindah bulu merak sendiri. Namun, gagak yang tidak sabaran itu tetap menolak.

Gagak ternyata sudah tidak tahan karena melihat bangkai tupai di dekat sungai. “Warnai saja buluku dengan satu warna hitam!” perintah gagak yang kelaparan. Merak yang pasrah akhirnya langsung menuangkan cat hitam ke seluruh tubuh gagak. Tanpa menunggu cat kering, gagak langsung terbang menyantap bangkai tersebut.

Akibat tidak bisa menahan nafsu makan, gagak kini berubah menjadi hitam legam. Sementara itu, merak yang sabar berhasil memiliki bulu yang sangat indah berwarna-warni. Sifat terburu-buru dan tidak mau mendengarkan nasihat baik telah merugikan diri gagak sendiri.

Pesan Moral / Hikmah Cerita

Kesabaran dan kemauan untuk mendengarkan nasihat baik dari teman akan membawa keberuntungan dalam hidup. Sebaliknya, sifat serakah, malas, dan terburu-buru hanya akan mendatangkan kerugian bagi diri sendiri. Kita harus bisa menahan nafsu dan selalu menjaga kebersihan diri serta lingkungan sekitar demi kebaikan bersama. Menjaga pola hidup sehat adalah cerminan diri yang bijaksana.

Tentang Penulis

Anonim

Profil penulis Anonim.

Baca Biografi Selengkapnya →
Mau kirim karya? Yuk baca ketentuan redaksi.