Lewati ke konten

Dongeng Joseph Jacobs : Jack si Pemalas

September 17, 2026 · Joseph Jacobs

Sukusastra-Dahulu kala, ada seorang anak laki-laki bernama Jack yang hidup bersama ibunya yang sudah tua. Ibunya bekerja keras setiap hari sebagai penenun kain untuk menghidupi mereka berdua. Sementara itu, Jack adalah seorang pemuda yang sangat malas dan tidak pernah mau membantu ibunya.

Setiap hari, Jack hanya suka berjemur di bawah matahari atau duduk diam di pojok rumah. Karena sifatnya itu, orang-orang di sekitar desa memanggilnya Jack si Pemalas. Ibunya sudah sering menasehati Jack, tetapi pemuda itu tidak pernah mau mendengarkan ucapan ibunya.
Suatu hari, sang ibu merasa lelah dan memberikan ancaman yang serius kepada anaknya. Ibu berkata bahwa jika Jack tidak mau bekerja, maka ibu tidak akan memberinya makan lagi. Jack merasa takut karena selama ini dia sangat bergantung pada kerja keras ibunya.

Akhirnya, Jack memutuskan keluar rumah untuk mencari pekerjaan demi menyenangkan hati ibunya. Seorang tetangga yang merasa kasihan melihat kondisi mereka memberikan kesempatan kepada Jack untuk bekerja di ladang. Jack bekerja dengan baik dan mendapatkan upah berupa satu koin penny.

Ketika berjalan pulang, Jack menyeberangi sebuah sungai kecil dengan kurang hati-hati. Koin emas hasil kerjanya seharian terjatuh ke dalam air yang dalam dan hilang. Ibu sangat sedih dan menyuruh Jack untuk memasukkan upahnya ke dalam kantong baju lain kali.
Esok harinya, Jack bekerja di tempat pembuatan roti dan mendapatkan upah seekor kucing besar. Mengingat nasihat ibunya, Jack memegang kucing itu dengan sangat erat agar tidak jatuh. Kucing itu merasa kesakitan lalu mencakar tangan Jack hingga terlepas dan melarikan diri.

Ibu menghela napas panjang dan berkata bahwa seharusnya kucing itu diikat dengan tali lalu ditarik. Jack berjanji akan melakukan saran ibunya tersebut pada pekerjaan berikutnya. Hari berikutnya, Jack bekerja pada seorang penjagal hewan dan mendapatkan upah sepotong daging domba yang besar.

Jack langsung mengikat daging itu dengan tali lalu menyeretnya di sepanjang jalan menuju rumah. Akibatnya, daging itu menjadi sangat kotor, rusak, dan tidak bisa dimakan lagi oleh mereka. Ibu menggelengkan kepala lalu menasihati Jack agar memanggul upahnya di atas pundak.

Pada hari berikutnya, Jack bekerja membantu seorang peternak dan mendapatkan upah seekor keledai. Jack mengingat kata-kata ibunya, lalu dengan sekuat tenaga memanggul keledai itu di atas pundaknya. Keledai itu terus menendang dan bersuara keras karena merasa tidak nyaman dipanggul oleh Jack.

Di tengah jalan, Jack berjalan melewati sebuah rumah mewah milik seorang saudagar kaya. Saudagar tersebut memiliki seorang anak perempuan yang cantik tetapi mengalami kondisi menderita bisu dan tuli. Dokter mengatakan bahwa gadis itu hanya bisa sembuh jika ada orang yang berhasil membuatnya tertawa.

Ketika melihat Jack bersusah payah memanggul keledai, gadis itu merasa pemandangan tersebut sangat lucu. Gadis itu tertawa sangat keras hingga keajaiban terjadi dan dia bisa berbicara dengan normal. Sang ayah sangat bahagia melihat putrinya sembuh lalu menepati janji untuk menikahkan mereka. Jack si Pemalas akhirnya menikah dengan gadis kaya tersebut dan hidup bahagia bersama ibunya.

Pesan Moral / Hikmah Cerita

Pesan moral dalam cerita ini adalah pentingnya usaha dan kerja keras dalam menghadapi kehidupan. Kesalahan di masa lalu harus menjadi pelajaran berharga untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik. Keberuntungan sering kali datang kepada orang-orang yang mau melangkah, berusaha, dan mendengarkan nasihat baik dari orang tua.

Joseph Jacob
Tentang Penulis

Joseph Jacobs

Profil penulis Joseph Jacobs.

Baca Biografi Selengkapnya →
Mau kirim karya? Yuk baca ketentuan redaksi.