Dongeng dari Cina : Telur Ayam Jago
September 16, 2026 · Anonim
Sukusastra-Dahulu kala, ada seorang tuan tanah yang sangat angkuh dan kejam. Ia memiliki banyak sekali pengawal setia yang menjaganya setiap hari. Semua keinginan tuan tanah itu harus segera dipenuhi tanpa alasan.
Jika ada perintah yang gagal, pengawal akan langsung menjadi korban kemarahannya. Mereka bisa dihajar, dipukul, bahkan tidak mendapatkan gaji sama sekali. Suatu hari, tuan tanah memanggil salah satu pengawalnya dengan tiba-tiba.
Ia meminta pengawalnya mencari beberapa butir telur ayam jago dalam waktu tiga hari. Jika gagal membawa telur itu, sang pengawal akan dihukum mati. Pengawal itu langsung menjadi sangat bingung dan ketakutan.
Secara logika, tidak ada ayam jago yang bisa bertelur di dunia ini. Hanya ayam betina yang bisa menghasilkan telur hingga menetas menjadi anak ayam. Namun, perintah sang majikan yang kejam itu sama sekali tidak bisa dibantah.
Pengawal itu pulang ke rumah dengan hati yang sangat gelisah dan sedih. Ia terus memikirkan nasib istri dan anaknya yang masih kecil jika ia dihukum mati. Sepanjang hari ia hanya melamun, murung, dan tidak enak makan.
Istrinya yang penyayang datang mendekat untuk menghibur dan menanyakan masalah yang terjadi. Pengawal itu akhirnya menceritakan perintah aneh dari tuan tanah yang mustahil dipenuhi. Sang istri mendengarkan dengan saksama lalu tersenyum dengan sangat tenang.
Istri yang cerdik itu meminta suaminya untuk tenang dan tidak perlu khawatir. Ia berjanji akan menyelesaikan masalah rumit ini langsung di hadapan tuan tanah. Sang suami sempat ragu, namun ia memilih untuk memercayai rencana istrinya.
Pada hari ketiga, sang istri pergi ke rumah tuan tanah sendirian tanpa suaminya. Kedatangannya langsung disambut dengan bentakan kasar dan wajah marah dari tuan tanah. Tuan tanah menanyakan keberadaan pengawalnya yang bertugas membawa telur ayam jago.
Istri pengawal memberi tahu bahwa suaminya tidak bisa datang karena baru saja melahirkan. Tuan tanah langsung berteriak marah dan menuduh wanita itu sedang berbohong besar. Ia menegaskan bahwa tidak ada seorang laki-laki yang bisa melahirkan anak.
Dengan berani, sang istri langsung menjawab bahwa tidak ada juga ayam jago yang bisa bertelur. Tuan tanah itu langsung terdiam seribu bahasa karena kehilangan kata-kata untuk mendebatnya. Kecerdikan sang istri akhirnya berhasil menyelamatkan nyawa suaminya dari hukuman.
Kecerdikan dan ketenangan dalam menghadapi masalah bisa menyelesaikan kesulitan yang terlihat mustahil. Kita harus menggunakan akal sehat untuk melawan kesewenang-wenangan orang lain yang tidak adil. Kebenaran dan logika akan selalu menang melawan keangkuhan yang tidak masuk akal. Berpikir kritis adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan hidup.