Kategori
Puisi
rintik hujan semacam nyanyian lembut yang tuhan kirim sebagai penawar tangismu. dalam gendonganku, nak, matamu mengendur dan tertidur. suasana baru menyergapku tatkala bau minyak telon menyembur dari kulitmu. keteduhan…
hanya matahari yang perlakuannya masih sama seperti sejak pertama aku lahir dan tumbuh dalam dunia sawah ini. setia memberiku napas, menyeka tiap-tiap gigil yang menetas ketika tubuh pelan-pelan…
Baiklah, aku tak bisa lagi berlari seperti Chairil. Aba-aba kepatuhan telah diserukan. Dan waktuku. Hanya beberapa detik agar dagu ditarik ke arah dalam, dada dibusungkan, sementara lengan rapat pada badan. Maka, jangan…
Setelah berjalan, apakah kau akan terus berputar atau bahkan berlari? Lukamu belum hilang dari masa lalu. Semua orang tahu dan tidak tenang. Mereka tak henti-hentinya mempercakapkan yang rompong itu dan membalut bayangan…
: buat Chris dan Kim Skipper Di atas katedral itu, kini ia punyasarang yang hangat, sambil mendengarlonceng masa depan untuk anak-anaknya. Di hadapannya, si jalak terbaring kaku dengan perut…
Dengarlah, aba-aba itu begitu jelas seperti suara hati yang memanggil hasratmu agar lekas berjaga dalam sikap sempurna.
bulan kadang singgah di pucuk pohon mencari burung hantu yang sering menunggu atau di puncak gedung yang diam
pada akhirnya ruang akan mengendapkan raung yang diinisiasi oleh hambur tikaman kata kata yang bersikeras mencipta keseragaman dunia