Kategori
Puisi
kata-kata adalah hatiku lebih dari suara si paling lagu aku ingin mati bahagia seperti puisi meski sepi, walau bunyi
pertemuan tak jadi milik sesiapa pada akhirnya kita musnah sejak mula dalam pengalaman tak sudah-sudah kita menyeberang maut sampai musnah
Masa kecil adalah membaca kitab suci dan hal-hal lain yang sebenarnya ingin sekali kaulupakan sedini mungkin.
Tuhan, aku ingin punya sepeda—yang memanggil masa kecilku, yang setia mengantarkanku kepada hal-hal yang pernah kucintai sebelum dewasa: Misalnya, petak umpet dengan arwah nenek,mencari hantu di pemakaman kampung sebelah,atau mengejar…
Apakah tuhan semayam di atas sana —dan orang-orang dengan keyakinan tertentu akan lekas menginterupsi.
Kasih sayang ibu bukanlah es kepal milo atau kapucino cincau yang tiba-tiba ramai oleh antrean mahasiswa fomo dan lenyap tanpa kabar tiga bulan kemudian.
Aku ingin baca sekali lagi petaka rindu yang mengembara di antara ingatan kita semakin pudar dan buram jarak tatapanku terasa jauh sedalam liang-lahat mengubur kematian lisanku
Sejak kata-kata menjadi sulit untuk kueja puisi pun menjelma semesta perkabungan lantunkan ayat-ayat cinta di bawah langit terkelupas