Dongeng dari Perancis: Bella, Gadis Cantik Berhati Mulia
September 7, 2026 · Jeanne-Marie Leprince de Beaumont
Sukusastra-Seorang pedagang kain yang ramah tinggal bersama tiga orang anak perempuannya. Putri bungsunya bernama Bella. Bella memiliki wajah yang sangat cantik dan hati yang mulia.
Suatu hari, sang ayah bersiap untuk pergi berdagang ke luar kota. Dua kakak Bella meminta dibelikan baju baru yang sangat mahal. Sementara itu, Bella hanya meminta setangkai bunga mawar untuk ditanam.
Sayangnya, dagangan sang ayah tidak laku dan uangnya hanya cukup untuk perjalanan pulang. Ia berjalan pulang dengan perasaan sedih dan lelah. Di tengah jalan, sang ayah tersesat di dalam sebuah hutan yang lebat.
Di dalam hutan, sang ayah melihat sebuah kastil tua yang sangat megah. Ia masuk dan menemukan meja penuh makanan lezat karena perutnya sangat lapar. Setelah kenyang, ia berjalan ke taman belakang dan melihat banyak bunga mawar.
Sang ayah memetik setangkai mawar karena teringat akan permintaan putri bungsunya. Tiba-tiba, sesosok makhluk buruk rupa datang dan berteriak marah karena mawarnya dicuri. Makhluk itu langsung menangkap sang ayah dan mengurungnya di penjara bawah tanah.
Sang ayah memohon ampun dan menjelaskan alasan ia mengambil bunga mawar tersebut. Makhluk buruk rupa itu akhirnya bersedia melepaskan sang ayah dengan satu syarat berat. Bella harus datang dan tinggal di kastil untuk menjadi pelayannya.
Sesampainya di rumah, sang ayah menceritakan kejadian buruk itu kepada anak-anaknya. Kedua kakak Bella merasa lega karena bukan mereka yang harus pergi ke kastil. Bella yang sangat sayang kepada ayahnya langsung bersedia menggantikan posisi sang ayah.
Keesokan harinya, Bella datang ke kastil dan mengejutkan si buruk rupa dengan kecantikannya. Si buruk rupa ternyata sangat baik dan merawat Bella dengan penuh kasih sayang. Mereka sering menghabiskan waktu bersama untuk merawat kebun mawar yang indah.
Setelah beberapa bulan, Bella meminta izin untuk pulang karena sangat merindukan keluarganya. Si buruk rupa mengizinkan Bella pulang selama satu minggu saja. Kedua kakak Bella merasa iri melihat Bella yang sekarang memakai baju sangat indah.
Kedua kakaknya sengaja menahan Bella agar terlambat kembali ke kastil tua itu. Ketika Bella akhirnya kembali, ia menemukan si buruk rupa sedang sekarat di taman mawar. Si buruk rupa jatuh sakit karena mengira Bella tidak akan pernah kembali lagi.
Bella menangis sedih dan memeluk tubuh si buruk rupa dengan sangat erat. Air mata tulus Bella menetes dan membasahi wajah makhluk yang sedang sekarat itu. Keajaiban tiba-tiba terjadi dan mengubah kulit buruk rupa itu menjadi sangat halus.
Sosok makhluk itu berubah menjadi seorang pangeran yang sangat tampan dan gagah. Pangeran bercerita bahwa ia pernah dikutuk oleh seorang penyihir yang sangat jahat. Kutukan itu hanya bisa hilang oleh cinta yang tulus, lalu mereka menikah dan bahagia.
Kecantikan sejati seorang manusia tidak dilihat dari rupa fisik, melainkan dari ketulusan hati nurani. Kasih sayang, kesetiaan, dan pengorbanan yang tulus mampu mengubah hal buruk menjadi kebaikan yang indah. Kita harus belajar melihat kebaikan di dalam diri seseorang tanpa menghakimi penampilan luar mereka agar bisa menemukan kebahagiaan sejati.
Jeanne-Marie Leprince de Beaumont
Profil penulis Jeanne-Marie Leprince de Beaumont.
Baca Biografi Selengkapnya →