Dongeng dari Perancis: Si Cantik dan Si Buruk Rupa
September 7, 2026 · Gabrielle-Suzanne Barbot de Villeneuve
Sukusastra-Dahulu kala, seorang saudagar kain memiliki tiga putri yang cantik. Bella, si bungsu, dikenal paling baik hati dibandingkan kedua kakaknya.
Setiap kali hendak pergi berdagang ke kota, sang ayah selalu bertanya tentang oleh-oleh yang diinginkan putrinya. Kakak-kakak Bella meminta pakaian mewah, sementara Bella hanya meminta setangkai mawar.
Suatu hari, dagangan sang saudagar tidak laku sama sekali. Ia merasa sedih dan bingung, lalu tersesat di dalam hutan yang lebat.
Di tengah kebingungan, ia menemukan sebuah kastil megah. Karena lapar, ia masuk dan menyantap makanan yang tersedia di sana.
Setelah kenyang, ia berjalan ke halaman belakang dan melihat kebun bunga mawar yang indah. Ia teringat permintaan Bella dan memetik setangkai bunga mawar.
Tiba-tiba, muncul sosok berwajah buruk rupa yang marah besar. Sosok itu menuduh saudagar tersebut sebagai pencuri karena telah mengambil mawarnya.
Saudagar itu ketakutan dan menjelaskan alasannya. Si Buruk Rupa setuju melepaskannya dengan syarat Bella harus datang ke kastil sebagai pelayan.
Dengan berat hati, sang ayah menceritakan kejadian itu di rumah. Tanpa diduga, Bella menerima syarat tersebut dengan ikhlas demi menyelamatkan ayahnya.
Di kastil, Bella tidak diperlakukan seperti pelayan, melainkan seperti putri raja. Kebaikan hati Si Buruk Rupa membuat Bella perlahan jatuh hati padanya.
Mereka sering menghabiskan waktu bersama merawat kebun bunga mawar. Suatu ketika, Bella rindu pada ayahnya dan meminta izin pulang.
Si Buruk Rupa mengizinkannya dengan satu syarat, yakni Bella harus kembali dalam satu minggu. Jika tidak, ia akan mati karena kerinduan.
Sesampainya di rumah, kedua kakak Bella merasa iri melihat kecantikan adiknya. Mereka sengaja menghambat Bella agar tidak kembali tepat waktu ke kastil.
Bella terlambat satu hari dari perjanjian yang telah ditetapkan. Ia segera berlari menuju kastil dan menemukan Si Buruk Rupa tergeletak lemah di taman.
Sambil menangis sedih, Bella memeluk sosok yang sangat ia sayangi itu. Air mata cinta yang tulus jatuh tepat di wajah Si Buruk Rupa.
Keajaiban pun terjadi seketika di taman tersebut. Sosok buruk rupa itu berubah menjadi seorang pangeran yang sangat tampan.
Ternyata, pangeran itu terkena kutukan penyihir jahat selama bertahun-tahun. Cinta tulus dari Bella berhasil mematahkan kutukan tersebut selamanya.
Akhirnya, pangeran dan Bella menikah dan hidup bahagia selamanya di kastil. Mereka tidak lagi merasa kesepian dan terus menjaga kebun bunga mawar itu.
Kecantikan sejati tidak terpancar dari paras wajah, melainkan dari kebaikan hati dan ketulusan jiwa. Kesetiaan dan rasa kasih sayang mampu mengubah keadaan yang kelam menjadi terang. Ketulusan dalam bertindak akan membawa kebahagiaan sejati, sementara sifat iri dan dengki hanya akan merugikan diri sendiri serta orang lain.
Gabrielle-Suzanne Barbot de Villeneuve
Profil penulis Gabrielle-Suzanne Barbot de Villeneuve.
Baca Biografi Selengkapnya →