Lewati ke konten

Dongeng Hans Christian Andersen : Putri Salju

August 25, 2026 · Hans Christian Andersen

Sukusastra-Dahulu kala, iblis jahat menciptakan sebuah cermin raksasa yang sangat mengerikan. Cermin itu memiliki kekuatan untuk mengubah semua kebaikan menjadi keburukan bagi siapa pun yang melihatnya. Iblis berniat membawa cermin itu ke surga untuk menipu para malaikat, namun cermin itu justru bergetar hebat dan pecah berkeping-keping. Serpihan kaca tersebut tersebar ke seluruh penjuru bumi.

Jika serpihan kaca itu mengenai mata atau hati manusia, hati mereka akan membeku seperti es. Mata mereka pun berubah sehingga hanya bisa melihat keburukan orang lain. Di sebuah kota besar, terdapat dua sahabat karib bernama Kay dan Gerda. Mereka sering bermain bersama di kebun bunga dan saling menyayangi.

Suatu hari, nenek Kay bercerita tentang sosok Ratu Salju yang misterius. Ratu Salju adalah penguasa wilayah bersalju yang muncul saat badai besar. Tidak lama kemudian, Kay mulai berubah menjadi pribadi yang dingin dan kejam. Ia merusak taman bunga dan tidak lagi memedulikan Gerda karena hatinya telah terkena pecahan kaca iblis.

Pada musim dingin, Ratu Salju datang menjemput Kay saat ia sedang bermain ski. Ratu Salju mencium Kay dua kali agar ia melupakan keluarga dan sahabatnya. Kay kemudian dibawa pergi ke istana sang Ratu di wilayah Lapland yang sangat jauh. Semua orang mengira Kay telah tenggelam di sungai, namun Gerda tidak percaya.

Gerda memulai perjalanan panjang untuk mencari sahabatnya seorang diri. Dalam perjalanannya, ia harus melewati berbagai rintangan, termasuk terjebak di rumah penyihir dan istana perampok. Berkat bantuan seekor gagak, putri, dan gadis perampok, Gerda akhirnya mengetahui lokasi istana Ratu Salju. Rusa kemudian membawa Gerda pergi menuju wilayah kutub utara.

Setibanya di istana Ratu Salju, Gerda berhasil masuk berkat doa dan ketulusannya. Ia menemukan Kay sedang berusaha menyusun kepingan es di dekat danau beku. Gerda mendekati Kay dengan rasa sedih dan air matanya jatuh mengenai tubuh sahabatnya. Kehangatan cinta Gerda berhasil mencairkan pecahan kaca iblis di hati dan mata Kay.

Kay kembali menjadi dirinya yang hangat dan penuh kasih sayang setelah Gerda menciumnya. Mereka akhirnya berhasil menyusun kepingan es menjadi kata “keabadian” dan keluar dari istana itu. Kay dan Gerda pun kembali ke rumah mereka dengan selamat. Mereka telah tumbuh dewasa, namun persahabatan mereka tetap terjaga selamanya.

Pesan Moral / Hikmah Cerita

Ketulusan hati dan kasih sayang yang murni merupakan kekuatan terbesar dalam menghadapi berbagai kejahatan. Persahabatan sejati mampu menembus rintangan yang paling dingin dan sulit sekalipun. Dengan doa dan keberanian, kita dapat memulihkan kebaikan yang sempat hilang serta membawa kehangatan kembali ke dalam kehidupan orang-orang yang kita cintai.

Hans Christian Andersen

Profil penulis Hans Christian Andersen.

Baca Biografi Selengkapnya →
Mau kirim karya? Yuk baca ketentuan redaksi.