Dongeng Aesopus : Tiga Ekor Beruang
August 23, 2026 · Aesopus
Sukusastra-Tiga ekor beruang hidup rukun di sebuah rumah yang dibangun bersama-sama. Ukuran tubuh mereka sangat bervariasi, mulai dari yang kecil, sedang, hingga yang besar.
Segala perabotan di rumah itu pun tersedia dalam tiga ukuran yang berbeda. Mereka memiliki mangkuk, kursi, dan tempat tidur yang disesuaikan dengan ukuran tubuh masing-masing.
Suatu hari, mereka memasak bubur untuk sarapan pagi. Karena bubur tersebut masih terlalu panas, mereka memutuskan untuk berjalan-jalan sejenak di luar rumah.
Tanpa sepengetahuan mereka, seorang gadis kecil datang dan masuk ke dalam rumah. Ia melihat tiga mangkuk bubur yang tersaji di atas meja kayu.
Gadis itu mencicipi bubur dari mangkuk besar dan sedang, namun ia merasa kurang nyaman. Akhirnya, ia memilih menghabiskan seluruh isi mangkuk yang paling kecil.
Setelah kenyang, ia mencoba duduk di kursi besar dan sedang, namun merasa tidak cocok. Ia kemudian memilih kursi kecil yang justru patah karena tidak kuat menahan tubuhnya.
Ia pun beranjak menuju lantai atas untuk mencari tempat beristirahat sejenak. Ia mencoba tiga tempat tidur dan akhirnya tertidur lelap di kasur yang paling kecil.
Tidak lama kemudian, ketiga beruang pulang dan terkejut melihat kondisi rumahnya. Mereka mendapati bubur telah berkurang, kursi rusak, dan suasana kamar yang berantakan.
Beruang kecil merasa sedih karena kursinya rusak dan buburnya telah habis. Mereka pun segera memeriksa setiap sudut rumah untuk mencari siapa pelakunya.
Saat tiba di kamar, mereka mendapati gadis kecil itu sedang tertidur pulas. Suara beruang yang keras dan melengking membuat gadis itu terbangun dengan sangat kaget.
Melihat ketiga beruang tersebut, gadis itu merasa ketakutan luar biasa. Ia segera melompat turun dan berlari secepat mungkin menuju jendela yang terbuka.
Ia melompat keluar dari jendela dan terus berlari tanpa menoleh sedikit pun ke belakang. Gadis itu tidak pernah kembali lagi ke rumah tiga beruang tersebut selamanya.
Menghargai privasi dan hak milik orang lain adalah cerminan budi pekerti yang luhur. Tindakan gegabah dan tidak sopan sering kali membawa diri ke dalam situasi yang memalukan atau membahayakan. Penting untuk selalu meminta izin sebelum menggunakan barang orang lain agar keharmonisan dan rasa saling percaya di antara sesama tetap terjaga dengan baik.