Konser Zaman Sekarat
May 15, 2025 · Vito Prasetyo
Sejak kata-kata menjadi sulit untuk kueja
puisi pun menjelma semesta perkabungan
lantunkan ayat-ayat cinta di bawah langit terkelupas
Ribuan masa telah mengukusnya jadi belatung
di antara lengking purnama
kini semakin pudar, entah dengan cara apa untuk menyatakan cinta
Di secawan rindu, lamat-lamat peristiwa kematian serupa suluh
berjejal bagai barisan kata-kata
memancang ingatanku untuk menjarah waktu
andai bisa, ‘ku meminta pada Tuhan
biarkan tubuhku mencecap segala musim
dan lesapkan perapian cinta
di mana kapal-kapal datang berlabuh
membongkar palka dan geladak, di dalamnya berserakan not-not lagu
entah siapa yang akan menabuh nyanyian
kini, purna ditelan masa
tinggalkan konser Mozart dan Ludwig van Beethoven
Dua dasawarsa, bisa jadi sekian abad
selaksa simfoni bergema, hanya getar angin mengiringi suara kosong
senandungkan tetabuhan zaman yang kian sekarat
mendaras lafal di antara gemuruh musim
nyatanya kata selalu tabah, senantiasa bermakna ambigu
sebab zaman berlari dalam kegilaan: konser kekuasaan!
Malang, 2025
Vito Prasetyo, lahir di Makassar 1964, bergiat di sastra sejak 1983. Bermukim di Malang. Karyanya dimuat pada puluhan media cetak dan elektronik. Termaktub dalam puluhan buku antologi.
Baca Biografi Selengkapnya →