Temu Penerbit dilaksanakan dalam rangka Festival Sastra Yogyakarta 2025. Bentang Pustaka mengelolanya bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, IKAPI DIY, dan Suku Sastra.
Warta Suku Sastra
Menyajikan kabar terbaru seputar sastra, seni, kebudayaan, informasi kompetisi, serta agenda komunitas sastra tanah air.
Temu Penerbit dilaksanakan dalam rangka Festival Sastra Yogyakarta 2025. Bentang Pustaka mengelolanya bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, IKAPI DIY, dan Suku Sastra.
Puisi, bagi Sastra Bulan Purnama, tak ubahnya penghubung antargenerasi dan antarpofesi. Banyak di antara anggotanya yang memang berkesibukan sebagai ibu rumah tangga, guru, aktris, fotografer, dan lainnya.
“Semua orang seperti pernah membaca Orwell hari ini,” ujarnya. Tak heran jika Bentang Pustaka kemudian menerjemahkan Keep The Aspidistra Flying.
Dari kedua kelompok, lahir rekomendasi serupa: pentingnya ruang berjejaring, pelatihan berkelanjutan, dan kolaborasi lintas komunitas.
Tunduk pada jalannya alam, patuh pada kejujuran, dan setia pada kewajaran. Dan kau, sebab kata-kata itu, merasa mulai memahami bahasa bambu.
Festival Sastra Yogyakarta 2025 mengusung “Rampak” sebagai simbol kesetaraan, keharmonisan, dan kolaborasi serta menjadi tema utama.
Festival Sastra Yogyakarta 2025 bukan sekadar agenda. Ia adalah upaya merawat denyut kebudayaan, agar terus rampak, terus bersuara bersama.
Jaksa penuntut ada empat orang. Bukan jaksa sungguhan, tentu saja. Tapi, dalam teater yang dimainkan dengan kesungguhan itu, keempatnya duduk sebagai jaksa: Gonjes Kepal SPI, Katrin Bandel, Astrid Resa, dan Saut Situmorang.
Tahun 2021, Faiq mulai mengkurasi cerpen Kompas. Ia membaca cepat dan menilai lebih cepat lagi. “Lima belas detik pertama menentukan,” katanya. Cerpen yang tidak sanggup menawan dalam waktu itu, ia tinggalkan.