Di atas panggung, ia bukan hanya seorang penulis atau musisi. Ia adalah pengarsip hidup.
Warta Suku Sastra
Menyajikan kabar terbaru seputar sastra, seni, kebudayaan, informasi kompetisi, serta agenda komunitas sastra tanah air.
Di atas panggung, ia bukan hanya seorang penulis atau musisi. Ia adalah pengarsip hidup.
Suasana Festival Yogyakarta 2025 kian semarak dengan penampilan musik dan pertunjukan monolog yang berlangsung di Panggung Teras di depan Grha Budaya, Taman Budaya Embung Giwangan pada Minggu malam (03/08/2025).
Kolaborasi semacam inilah yang menghidupkan ruang-ruang baru. Seperti pertemuan antara Festival Sastra Yogyakarta dan Palmerah Yuk!—yang tak hanya ingin membincangkan sastra, tapi juga mengajak tubuh untuk bergerak bersama pikiran.
Dari mana pun asal kita sepanjang kita memberikan kreativitas dari Yogyakarta, maka sepatutnya kita masyarakat Yogyakarta, masyarakat budaya Yogyakarta dan masyarakat sastra Yogyakarta patut berbangga.
Di Panggung Teras depan Grha Budaya, Taman Budaya Embung Giwangan, Sabtu (2/8/2025), Fairuzul Mumtaz, Hendra Himawan, dan Latief S. Nugraha membahas persoalan eksistensial pelaku kesusastraan dan komunitas, khususnya di Yogyakarta. Kata kuncinya mungkin, menurut istilah Latief, “soliter yang kemudian menjadi solider”.
Di Jogja, komunitas-komunitas memang selalu penyintas ulung, yang seringnya bertahan dengan cara-cara ajaib nan magis. Dan keluh kesah masalah yang muncul dalam cerita—dalam bahasa metafora—cuma becak yang berjalan pelan memutari tugu Jogja.
Yang penting dari kerja sastra adalah apa yang ada di baliknya. Komunitas sudah berurat berakar sejak zaman nusantara, kita tinggal menggali manfaatnya. Kita harus membuat bangsa ini ramai melalui sastra supaya masyarakat sadar mana sangkan paran
Jogja yang didengarnya ternyata tersusun dari toko buku, pembaca, dan komunitas serta bergeliat di antara tantangan dan harapan.
Yogyakarta itu labirin besar yang tiap sudutnya menyimpan buku. Di tiap kelok gangnya, terdapat setidaknya satu toko buku, perpustakaan, atau paling tidak seseorang yang bisa diajak ngobrol panjang perihal buku.