Makanya filsafat itu jenis philia, yakni cinta pada kebijaksanaan. Dan agape, cinta yang tak bersyarat, bisa kita lihat pada cintanya Tuhan kepada seluruh ciptaan-Nya. Itu tak bersyarat.
Warta Suku Sastra
Menyajikan kabar terbaru seputar sastra, seni, kebudayaan, informasi kompetisi, serta agenda komunitas sastra tanah air.
Makanya filsafat itu jenis philia, yakni cinta pada kebijaksanaan. Dan agape, cinta yang tak bersyarat, bisa kita lihat pada cintanya Tuhan kepada seluruh ciptaan-Nya. Itu tak bersyarat.
B.J. mengenang respons pembimbingnya ketika tahu ia menjadikan karya-karya kiri sebagai referensi. Pembimbingnya itu langsung berkata, “Saya tidak bisa membimbing. Saya Islam kanan.”
“Sastra pesantren bukan semata-mata ungkapan, bukan omongan oral saja,” ujar Gus Hilmy sebagai pembuka, “tapi juga adalah ekspresi dari ilmu, iman, dan ketaatan.”
Temu Penerbit dilaksanakan dalam rangka Festival Sastra Yogyakarta 2025. Bentang Pustaka mengelolanya bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, IKAPI DIY, dan Suku Sastra.
Puisi, bagi Sastra Bulan Purnama, tak ubahnya penghubung antargenerasi dan antarpofesi. Banyak di antara anggotanya yang memang berkesibukan sebagai ibu rumah tangga, guru, aktris, fotografer, dan lainnya.
“Semua orang seperti pernah membaca Orwell hari ini,” ujarnya. Tak heran jika Bentang Pustaka kemudian menerjemahkan Keep The Aspidistra Flying.
Dari kedua kelompok, lahir rekomendasi serupa: pentingnya ruang berjejaring, pelatihan berkelanjutan, dan kolaborasi lintas komunitas.
Tunduk pada jalannya alam, patuh pada kejujuran, dan setia pada kewajaran. Dan kau, sebab kata-kata itu, merasa mulai memahami bahasa bambu.
Festival Sastra Yogyakarta 2025 mengusung “Rampak” sebagai simbol kesetaraan, keharmonisan, dan kolaborasi serta menjadi tema utama.