Puisi-puisi Chairil Anwar memiliki karakter unik yang tidak secara spesifik merujuk pada tempat atau waktu tertentu. Justru dalam ketidakspesifikan itu, ia menemukan keuniversalan yang kuat.
Warta Suku Sastra
Menyajikan kabar terbaru seputar sastra, seni, kebudayaan, informasi kompetisi, serta agenda komunitas sastra tanah air.
Puisi-puisi Chairil Anwar memiliki karakter unik yang tidak secara spesifik merujuk pada tempat atau waktu tertentu. Justru dalam ketidakspesifikan itu, ia menemukan keuniversalan yang kuat.
Ada sesi puisi, tempat kata-kata menjelma kegelisahan; sesi kumcer, yang merekam kepingan-kepingan kehidupan; sesi puisi, novel, yang merentang sejarah manusia; sesi terjemahan, yang membuka jendela dunia; dan sesi buku esai, yang mempertajam pemikiran. Dan oh, tentu saja sesi makan gratis!
Adalah Zsa Zsa Yuharyahya yang mengingatkan betapa pentingnya memanajemen uang. Secara terang-terangan dia sampaikan bahwa ketika berkomunitas, jangan tabu untuk membahas uang.
Penerjemahan harus memiliki perspektif serta memahami konteks bahasa pada teks asalnya agar cerita hasil alih bahasa bermakna dan bertenaga.
Iman Budhi Santosa termasuk golongan muhsinin, yang menjadikan menulis sebagai tirakat, dan mungkin masuk surga dengan karcis berupa puisi.
Ini adalah sirkus anak-anak kampung yang mencuri gembok kuningan, menjadi pemulung, atau membantu ayah mereka menyopir angkot.
Kubayangkan diriku menjadi Laviaminora, seorang penulis bertema gender yang menjadi salah satu pengulas buku yang sedang diluncurkan di berbagai toko buku itu. Kukira beginilah jadinya: Pada malam terakhir…
perihal cinta bukan lagi masalah besar bagi para pekerja kelas menengah sebab mereka menghadapi penderitaan kolektif yang lebih besar.
Di antara UWRF, Makassar International Writers Festival, Jakarta International Literary Festival, dan lainnya, FSY patut kita sambut.