Era medsos menyediakan berbagai kemungkinan persebaran informasi. Media sosial tampak bisa jadi alternatif cara menyebarkan informasi —tak terkecuali buku-buku macam karya Tan Malaka.
Warta Suku Sastra
Menyajikan kabar terbaru seputar sastra, seni, kebudayaan, informasi kompetisi, serta agenda komunitas sastra tanah air.
Era medsos menyediakan berbagai kemungkinan persebaran informasi. Media sosial tampak bisa jadi alternatif cara menyebarkan informasi —tak terkecuali buku-buku macam karya Tan Malaka.
Membaca puisi bukan perkara membaca saja. Ada seni peran, storytelling, dan sebagainya yang dipertunjukkan.
Menulis sejarah kampung bukan semata persoalan membentuk narasi alternatif, melainkan memperkaya narasi yang telah ada–menambah berbagai kemungkinan perspektif.
Ada banyak Agus di dunia. Dan percayalah, sepanjang sejarah manusia, tak pernah ada satu pun spesies Agus yang lahir untuk menjadi biasa-biasa saja.
Malam itu dibuka dengan berita yang tak selamanya menggembirakan bagi kaum petani jelata Jawa pada masa lampau, dan ditutup dengan berita gembira tentang kelahiran Rasulullah SAW.
Rompi biru yang dikenakan ibu-ibu itu menyiratkan ketenangan dan rasa percaya diri, mengingatkannya pada tokoh-tokoh karangan Nh. Dini.
Guru-guru PAUD selalu siap menggerakkan pena dengan gembira. Orang tua, lingkungan sekitar, dan pemerintah harus mendukung mereka.
Entah mengapa, sang angin memahami kegelisahan buku-buku itu sebagai kegelisahan Marno dalam Kunang-Kunang di Manhattan.
Tidak ada jumpa pers pada hari itu. Yang ada: doa bersama. Dan tekad bahwa the show must go on.