Okky Madasari
May 10, 2025 · Fairuzul Mumtaz
Dalam dunia sastra Indonesia kita, nama Okky Madasari menjadi salah satu sosok yang berani mengangkat isu-isu ketidakadilan, kebebasan, dan perjuangan melawan penindasan.
Sejak novel pertamanya Entrok (2010) terbit, Okky sudah menegaskan bahwa sastra merupakan alat perlawanan. Karya-karya berikutnya seperti 86, Maryam, Pasung Jiwa, dan Kerumunan Terakhir memperkuat posisinya sebagai penulis dengan suara moral yang tegas terhadap ketidakadilan.
Tak berhenti di dunia buku, Okky juga dikenal sebagai aktivis literasi. Ia mendirikan Omong-Omong Media, memberi pelatihan penulisan lewat OM Institute dan merupakan salah satu penggagas ASEAN Literary Festival.
Dari ruang-ruang diskusi hingga panggung sastra dunia, Okky selalu membawa pesan yang sama: kebebasan berpikir dan kejujuran menulis adalah bentuk tertinggi dari kemanusiaan.
Okky Madasari tidak hanya sastrawan. Ia rerepresentasi bagi mereka yang selama ini diam.
Fairuzul Mumtaz
Ketua Komunitas Sastra Suku Sastra ini adalah penulis, jurnalis, novelis, editor, pembaca puisi, dan akademisi sastra dan budaya. Aktif di berbagai kegiatan sastra dan literasi.
Baca Biografi Selengkapnya →