Lewati ke konten

Dongeng K. Langloh Parker : Si Galah dan Oolah si Kadal

September 14, 2026 · K. Langloh Parker

Sukusastra-Oolah adalah seekor kadal yang tinggal di Australia. Suatu siang, ia sedang berjemur di bawah matahari yang sangat terik. Ia berjemur hanya karena tidak memiliki pekerjaan lain untuk dilakukan.

Oolah kemudian mengambil sebuah bumerang kecil jenis bubberahs lalu keluar dari rumahnya. Di halaman yang luas, ia mulai berlatih melempar bumerang itu berkali-kali. Senjata tradisional Australia itu selalu berbalik ke arahnya setelah dilempar ke udara.

Saat Oolah sedang asyik bermain, seekor burung bernama Galah datang mendekat. Galah memperhatikan bentuk bumerang Oolah yang melengkung dan berukuran sangat kecil. Galah tahu bahwa bumerang jenis itu pasti akan kembali kepada si pelempar.

Melihat ada penonton, Oolah mulai berlagak seperti seorang pelempar bumerang profesional. Ia menunjukkan gaya lemparan yang diindah-indahkan agar terlihat sangat keren dan gagah. Sayangnya, Oolah menjadi terlalu fokus pada gayanya sendiri hingga kehilangan konsentrasi.
Lemparan Oolah meleset dan bumerang itu berbalik ke arah yang salah. Senjata kayu tersebut terbang cepat lalu menghantam kepala Galah yang sedang menonton. Galah yang tidak siap langsung menjerit kesakitan karena kepalanya terluka parah.

Bulu-bulu di kepala Galah terlepas dan beterbangan ke bumi akibat hantaman itu. Galah berlarian ke sana kemari sambil mengetukkan kepalanya ke tanah karena marah. Oolah yang melihat darah mengalir dari kepala Galah menjadi sangat ketakutan.

Oolah segera berlari dan bersembunyi di balik semak-semak yang rimbun. Namun, Galah yang sedang murka berhasil menemukan tempat persembunyian kadal yang ceroboh itu. Galah langsung menangkap Oolah dengan paruhnya yang tajam tanpa ampun.

Galah melemparkan tubuh Oolah dengan keras ke dalam semak-semak tanaman bindeahs. Tanaman berduri itu langsung melubangi dan menempel erat di seluruh kulit Oolah. Galah berteriak bahwa duri-duri itu akan menempel di kulit Oolah selamanya.

Oolah yang kesakitan membalas dengan mengatakan bahwa kepala Galah akan botak selamanya. Sumpah dan saling kutuk di antara kedua hewan itu akhirnya menjadi kenyataan. Sejak hari itu, Galah memiliki kepala botak dan Oolah menjadi kadal berduri.

Pesan Moral / Hikmah Cerita

Sifat pamer dan ceroboh bisa mencelakai orang lain serta merugikan diri sendiri. Kita harus selalu bertanggung jawab atas setiap perbuatan yang kita lakukan kepada sesama. Membalas kesalahan dengan amarah dan dendam hanya akan menyisakan penyesalan yang abadi. Alangkah baiknya jika kita saling memaafkan demi menjaga perdamaian hidup.

K. Langloh Parker
Tentang Penulis

K. Langloh Parker

Profil penulis K. Langloh Parker.

Baca Biografi Selengkapnya →
Mau kirim karya? Yuk baca ketentuan redaksi.