Lewati ke konten

Dongeng Charles Perrault: Putri Tidur

August 17, 2026 · Charles Perrault

Sukusastra-Dahulu kala, seorang Raja dan Ratu sangat mendambakan kehadiran buah hati. Keinginan mereka akhirnya terkabul dengan lahirnya seorang putri cantik jelita.

Raja pun merayakan kelahiran sang putri dengan mengadakan pesta besar. Beliau mengundang seluruh rakyat serta tiga belas peri pelindung kerajaan.

Namun, istana hanya memiliki dua belas piring emas yang layak. Akibatnya, peri ketiga belas tidak mendapatkan undangan dan merasa sangat tersinggung.

Dalam pesta itu, para peri memberikan berkat berupa kebaikan, kecantikan, dan kebijaksanaan. Putri tumbuh menjadi sosok yang sangat dicintai oleh seisi negeri.

Saat perayaan berlangsung, peri ketiga belas muncul dengan penuh amarah. Ia mengeluarkan kutukan bahwa sang putri akan tertusuk jarum jahit dan meninggal dunia.

Beruntung, peri kedua belas yang belum memberikan berkat segera bertindak. Ia mengubah kutukan mematikan itu menjadi tidur panjang selama seratus tahun.

Raja pun melarang putrinya mendekati benda tajam. Meski demikian, takdir tetap menemukan jalannya saat sang putri berusia lima belas tahun.

Putri menemukan sebuah menara tua yang menyimpan rahasia. Di dalamnya, ia melihat seorang wanita tua yang sedang asyik menjahit dengan jarum.

Karena penasaran, Putri mencoba menyentuh jarum tersebut. Seketika itu juga, ia jatuh tertidur lelap dan kutukan pun mulai bekerja.
Bukan hanya Putri, seluruh penghuni istana ikut terlelap. Raja, Ratu, pengawal, hingga hewan-hewan di istana turut tertidur pulas dalam sekejap.

Tanaman berduri yang tebal tumbuh dengan cepat mengelilingi kerajaan. Benteng alami ini menjaga kerajaan agar tetap tersembunyi dari dunia luar.

Kabar tentang Putri Tidur tersebar hingga ke negeri jauh. Banyak pangeran mencoba menerobos tanaman berduri, namun mereka selalu gagal dan kelelahan.

Setelah seratus tahun berlalu, seorang pangeran pemberani datang dengan tekad bulat. Ajaibnya, tanaman berduri itu menyingkap diri dan memberinya jalan.

Pangeran berhasil menemukan menara tempat Putri berbaring. Ia terpana melihat kecantikan sang Putri dan memberikannya sebuah ciuman kasih sayang.

Seketika, kutukan itu berakhir dan Putri pun terbangun. Seluruh penghuni istana kembali beraktivitas seolah baru saja terbangun dari tidur singkat.

Raja dan Ratu menyambut Pangeran dengan penuh syukur. Tidak lama kemudian, pernikahan agung pun digelar dengan sangat meriah di kerajaan.

Putri dan Pangeran akhirnya bersatu dan hidup bahagia selamanya. Seluruh rakyat merayakan kebahagiaan mereka dengan sukacita yang luar biasa.

Pesan Moral / Hikmah Cerita

Kesabaran dan ketulusan hati merupakan kunci untuk menghadapi ujian kehidupan yang berat. Kebaikan yang ditanam akan selalu menemukan jalannya untuk mengalahkan niat buruk. Keberanian dalam bertindak serta niat yang murni mampu memecahkan rintangan sesulit apa pun. Tetaplah berbuat baik, sebab kebahagiaan sejati akan hadir tepat pada waktunya.

Charles Perrault
Tentang Penulis

Charles Perrault

Profil penulis Charles Perrault.

Baca Biografi Selengkapnya →
Mau kirim karya? Yuk baca ketentuan redaksi.