Dongeng Charles Perrault : Katak dan Mutiara
August 29, 2026 · Charles Perrault
Sukusastra-Seorang janda memiliki dua orang putri. Putri sulung sangat mirip dengan ibunya, baik wajah maupun sifatnya yang sombong.
Putri bungsunya memiliki sifat yang sangat berbeda. Ia tumbuh menjadi sosok yang baik hati, santun, dan sangat rajin membantu.
Karena kemiripannya, sang ibu lebih menyayangi putri sulung. Putri bungsu justru diperlakukan seperti pelayan dan dilarang makan bersama mereka.
Suatu hari, sang putri bungsu pergi mengambil air ke sumur yang jauh. Di sana, ia bertemu dengan seorang nenek yang kehausan.
Dengan sopan, putri bungsu memberikan bantuan air minum kepada nenek tersebut. Ternyata, nenek itu adalah peri yang sedang menyamar.
Peri itu memberikan berkah kepada sang putri. Sejak saat itu, setiap kali putri bungsu berbicara, bunga dan permata akan keluar dari mulutnya.
Putri bungsu segera pulang ke rumah. Saat ia menjelaskan keterlambatannya, mutiara dan permata berjatuhan dari bibirnya ke lantai.
Sang ibu terkejut melihat keajaiban tersebut. Ia segera memerintahkan putri sulungnya pergi ke sumur untuk mendapatkan hadiah yang sama.
Putri sulung pergi dengan perasaan kesal. Saat peri yang menyamar sebagai bangsawan meminta minum, ia justru berkata kasar dan sombong.
Peri itu memberikan hukuman setimpal. Setiap kali putri sulung berbicara, katak atau ular berbisa akan keluar dari mulutnya.
Sang ibu sangat marah melihat hasil perbuatan putri sulungnya. Ia menyalahkan putri bungsu atas semua kejadian tersebut.
Putri bungsu yang ketakutan akhirnya melarikan diri ke dalam hutan. Di sana, ia bertemu dengan seorang pangeran yang sedang berburu.
Pangeran terpesona melihat kecantikan dan kebaikan hati sang putri. Setiap kata yang diucapkannya selalu disertai dengan kemilau permata dan mutiara.
Pangeran jatuh hati dan melamar sang putri bungsu. Mereka akhirnya menikah dan hidup bahagia bersama di istana.
Sementara itu, putri sulung diusir oleh ibunya sendiri karena perilakunya yang buruk. Ia hidup terlantar di hutan dan tidak pernah terdengar kabarnya lagi.
Perilaku santun dan ketulusan hati akan mendatangkan berkah dalam kehidupan. Sebaliknya, kesombongan dan kekasaran hanya akan membawa petaka bagi diri sendiri. Kebaikan yang diberikan kepada sesama tanpa mengharap imbalan adalah kekayaan sejati yang akan membuahkan kebahagiaan. Jadilah pribadi yang rendah hati dalam setiap ucapan dan tindakan.