Lewati ke konten

Dongeng Charles Perrault: Cinderella

August 18, 2026 · Charles Perrault

Sukusastra-Di sebuah kerajaan yang megah, hiduplah seorang gadis cantik dan baik hati bernama Cinderella. Ia menjadi yatim piatu setelah kedua orang tuanya meninggal dunia.

Kini, ia harus tinggal bersama ibu tiri dan dua kakak tirinya yang jahat. Setiap hari, Cinderella diperlakukan layaknya seorang pelayan di rumahnya sendiri.

Meskipun disiksa dan dihina, Cinderella tidak pernah menyimpan dendam. Ia tetap bersikap sabar dan rendah hati kepada mereka semua.

Suatu hari, istana mengadakan pesta dansa besar untuk mencari pasangan hidup bagi sang Pangeran. Semua gadis di kerajaan diundang untuk datang ke pesta tersebut.

Ibu tirinya sangat berambisi agar salah satu putrinya bisa dipinang oleh Pangeran. Mereka berdandan dengan gaun mahal dan perhiasan yang sangat mewah.

Cinderella yang juga ingin ikut ke pesta justru mendapatkan makian dari ibu dan kakak tirinya. Ia pun ditinggal sendirian di rumah dengan perasaan sedih.

Saat ia sedang menangis, tiba-tiba muncul seorang wanita paruh baya yang sangat cantik. Ia adalah ibu peri yang datang untuk menolong Cinderella pergi ke pesta.

Ibu peri meminta Cinderella menyiapkan enam tikus, enam kadal, dan sebuah labu emas. Dengan tongkat sihirnya, ibu peri mengubah semuanya menjadi kereta kencana yang megah.

Kadal diubah menjadi pengawal, sementara tikus berubah menjadi kuda berwarna keemasan. Gaun kotor milik Cinderella pun berubah menjadi gaun berkilau dengan sepatu kaca yang indah.

“Ingatlah, sihir ini akan berakhir tepat pada tengah malam,” pesan ibu peri. Ia berpesan agar Cinderella segera pulang sebelum lonceng berbunyi dua belas kali.

Saat tiba di istana, kecantikan Cinderella memukau semua tamu, termasuk sang Pangeran. Bahkan, ibu dan kakak tirinya tidak mengenali sosok gadis misterius itu.

Pangeran mengajak Cinderella berdansa sepanjang malam dengan penuh sukacita. Cinderella begitu bahagia hingga ia hampir melupakan waktu yang terus berjalan.

Tepat saat jam menunjukkan pukul dua belas, Cinderella segera berlari meninggalkan istana. Dalam keterburu-buruannya, salah satu sepatu kaca miliknya terlepas di tangga.

Pangeran berusaha mengejarnya namun gagal karena Cinderella sudah menghilang. Ia hanya menemukan satu sepatu kaca yang tertinggal sebagai petunjuk.

Keesokan harinya, Pangeran mengumumkan akan mencari pemilik sepatu kaca tersebut. Ia mendatangi setiap rumah yang memiliki anak perempuan di seluruh kerajaan.

Saat tiba di rumah Cinderella, kedua kakak tirinya berusaha memaksakan kaki mereka masuk ke dalam sepatu. Namun, usaha mereka sia-sia karena sepatu itu tidak muat.

Pengawal istana kemudian melihat Cinderella yang sedang mengintip dari balik pintu. Saat dicoba, sepatu kaca itu pas di kaki mungilnya dengan sempurna.

Tiba-tiba, ibu peri muncul kembali dan mengubah penampilan Cinderella menjadi putri yang menawan. Pangeran sangat gembira menemukan pemilik sepatu tersebut.

Cinderella akhirnya dibawa ke istana dan dipersunting oleh Pangeran. Mereka pun hidup bahagia selamanya sebagai pasangan raja dan ratu.

Pesan Moral / Hikmah Cerita

Ketabahan dan ketulusan hati dalam menghadapi perlakuan buruk akan membuahkan hasil yang manis. Tetaplah menjaga kebaikan meski berada dalam kondisi sulit. Kejujuran dan kerendahan hati adalah perhiasan diri yang jauh lebih berharga daripada penampilan fisik. Kebaikan yang tulus akan selalu menemukan jalan untuk mendapatkan kebahagiaan sejati.

Charles Perrault
Tentang Penulis

Charles Perrault

Profil penulis Charles Perrault.

Baca Biografi Selengkapnya →
Mau kirim karya? Yuk baca ketentuan redaksi.