Dongeng Brother Grimm: Hansel dan Gretel
August 31, 2026 · Brother Grimm
Sukusastra-Seorang penebang kayu hidup bersama dua anaknya, Hansel dan Gretel. Kondisi ekonomi keluarga mereka sangat sulit dan serba kekurangan.
Ibu tiri mereka yang berhati dingin merasa keberadaan dua anak itu memberatkan. Ia menghasut sang ayah agar meninggalkan mereka di tengah hutan belantara.
Hansel mendengar rencana jahat tersebut secara tidak sengaja. Ia segera menyusun siasat untuk menyelamatkan diri dan adiknya dari situasi berbahaya.
Hansel mengumpulkan banyak kerikil putih di depan rumah. Ia menjatuhkan kerikil itu sepanjang jalan saat mereka dibawa ke tengah hutan.
Berkat jejak kerikil tersebut, Hansel dan Gretel berhasil kembali ke rumah. Namun, ibu tiri mereka kembali merencanakan hal yang sama keesokan harinya.
Kali ini Hansel tidak sempat mengumpulkan kerikil karena pintu rumah terkunci. Ia terpaksa menggunakan remah roti sebagai penanda jalan pulang.
Sayangnya, burung-burung di hutan memakan habis semua remah roti tersebut. Mereka kehilangan arah dan terjebak di tengah hutan yang luas.
Setelah berhari-hari menahan lapar, mereka melihat seekor burung putih. Burung itu menuntun mereka menuju sebuah rumah yang sangat unik.
Rumah itu terbuat dari cokelat, biskuit, dan permen manis. Mereka sangat lapar sehingga tergoda untuk memakan bagian rumah tersebut.
Tiba-tiba, seorang penyihir jahat muncul dari dalam rumah. Ia menangkap Hansel untuk dikurung dan menjadikan Gretel sebagai budak di sana.
Setiap hari, penyihir memberi makan Hansel agar tubuhnya menjadi gemuk. Ia bermaksud memangsa anak laki-laki itu secepat mungkin.
Karena penglihatan penyihir sudah kabur, Hansel selalu menyodorkan tulang ayam saat diperiksa. Penyihir pun mengira Hansel masih kurus dan belum layak santap.
Penyihir akhirnya kehilangan kesabaran dan memutuskan segera memanggang Hansel. Ia memerintahkan Gretel untuk mengecek suhu di dalam oven panas.
Gretel sadar akan bahaya yang mengancam nyawa mereka berdua. Ia berpura-pura tidak paham cara memeriksa suhu di dalam oven tersebut.
Penyihir yang kesal akhirnya mendekat untuk mencontohkannya secara langsung. Dengan sigap, Gretel mendorong penyihir itu masuk ke dalam oven lalu menguncinya.
Hansel dan Gretel berhasil meloloskan diri dari jebakan maut. Mereka akhirnya kembali ke rumah dan hidup bahagia selamanya bersama sang ayah.
Keberanian dan kecerdikan adalah kunci menghadapi masalah berat. Selalu berpikir tenang saat berada dalam situasi terdesak dapat menyelamatkan diri sendiri serta orang yang disayangi. Kasih sayang antaranggota keluarga menjadi kekuatan terbesar untuk melewati rintangan sulit. Kejujuran dan kebaikan hati akan selalu menang melawan kelicikan serta kejahatan yang merugikan.