Lewati ke konten

Dongeng A. A. Milne : Masalah Tigger

August 18, 2026 · A.A. Milne

Sukusastra-Tigger adalah seekor harimau yang sangat ceria dan aktif. Ia memiliki sebuah kegemaran yang sangat unik dan menyenangkan. Tigger suka sekali melompat-lompat tinggi ke udara menggunakan ekornya.

Ekor Tigger bisa melingkar dengan kuat seperti sebuah per besi. Dengan bantuan ekor ajaib itu, ia bebas memantul tinggi sekali. Sayangnya, kegemaran Tigger ini sering membuat teman-temannya merasa terganggu.

Tigger sering kali tidak sengaja menabrak teman yang ada di dekatnya. Hari itu, Rabbit sedang berjalan dengan tenang di dalam hutan. Tiba-kira, Tigger melompat sangat tinggi dan menabrak Rabbit hingga jatuh tersungkur.

Rabbit merasa sangat jengkel dan wajahnya menjadi cemberut seketika. Tigger yang merasa bersalah segera pergi meninggalkan Rabbit sendirian di sana. Namun, tidak lama kemudian terdengar suara teriakan meminta tolong yang keras.

Rabbit menengok dan melihat Tigger tersangkut di atas pohon yang tinggi. Melihat hal itu, Rabbit merasa senang karena Tigger tidak bisa menabraknya lagi. Rabbit pun berniat pergi dan membiarkan Tigger di atas pohon.

Tak lama kemudian, Christopher Robin dan Roo datang melewati pohon tersebut. Mereka merasa sangat kasihan melihat Tigger yang ketakutan di atas sana. Mereka berdua sepakat untuk segera membantu Tigger yang malang.

Christopher Robin menawarkan bantuan dengan membentangkan mantelnya di bawah pohon. Ia meminta Tigger untuk segera melompat ke arah mantel tersebut. Namun, Tigger menolak karena ia hanya bisa melambung, bukan melompat biasa.

Roo lalu menyarankan agar Tigger merosot turun secara perlahan-lahan. Tigger kembali menolak karena ekor panjangnya melilit batang pohon dengan sangat kuat. Tigger sebenarnya bingung dan takut untuk turun dari tempat tinggi itu.

Rabbit akhirnya datang kembali karena penasaran dengan kondisi Tigger yang merepotkan. Ia berkata bahwa mereka sebaiknya meninggalkan Tigger di sana selamanya. Mendengar kata selamanya, Tigger menjadi sangat takut dan merasa terancam.

Tigger akhirnya berjanji tidak akan melompat sembarangan lagi jika dibantu turun. Dengan hati-hati, mereka semua membantu Tigger turun dari pohon yang tinggi itu. Setelah sampai di bawah, Rabbit langsung menagih janji setia dari Tigger.

Rabbit melarang Tigger untuk melompat meskipun hanya beberapa sentimeter saja. Tigger berjalan pergi menjauh dengan wajah yang sangat sedih dan lesu. Pooh, Piglet, dan Kanga kemudian datang mendekati kerumunan mereka.

Roo berkata bahwa ia lebih suka melihat Tigger yang ceria dan suka melompat. Christopher Robin dan teman-teman yang lain ternyata juga setuju dengan ucapan Roo. Mereka sadar bahwa kebahagiaan seorang sahabat jauh lebih penting daripada rasa kesal.

Pooh kemudian membujuk Rabbit agar mau memaafkan Tigger yang usil tersebut. Pooh mengusulkan sebuah aturan baru yang adil bagi mereka semua di hutan. Tigger boleh tetap melompat asalkan ia berjanji tidak menabrak siapa pun lagi.

Rabbit akhirnya setuju dengan usul yang sangat bijaksana dari Pooh itu. Tigger yang mendengar hal itu langsung berteriak gembira dari kejauhan. Ia melompat riang dan langsung memeluk Rabbit untuk mengajak bermain bersama dengan damai.

Pesan Moral / Hikmah Cerita

Persahabatan yang sejati membutuhkan rasa saling memahami, memaafkan, dan toleransi yang besar antar sesama. Kita tidak boleh egois dengan melarang kegemaran orang lain demi kenyamanan pribadi. Alangkah baiknya jika kita membuat kesepakatan bersama yang adil agar semua pihak bisa merasa bahagia. Menghargai keunikan teman adalah kunci kedamaian.

A. A. Milne
Tentang Penulis

A.A. Milne

Profil penulis A.A. Milne.

Baca Biografi Selengkapnya →
Mau kirim karya? Yuk baca ketentuan redaksi.