Dongeng Jean de La Fontaine: Biji Pohon Oak dan Labu
September 4, 2026 · Jean de La Fontaine
Sukusastra-Di sebuah ladang yang luas, seorang petani sedang duduk sambil memandangi tanaman labunya. Ia merasa bingung melihat batang tanaman labu yang kecil mampu menopang buah yang begitu besar.
Petani itu pun mulai berangan-angan tentang cara kerja alam. Ia berpikir bahwa Tuhan mungkin salah menempatkan ukuran buah pada batangnya.
“Jika aku yang menjadi pencipta, labu ini pasti sudah kugantungkan di pohon oak yang besar,” gumamnya. Menurutnya, pohon besar memang seharusnya menopang buah yang berukuran besar.
Ia terus memikirkan hal itu sambil membayangkan biji pohon oak yang kecil justru digantungkan pada batang labu yang kurus. Baginya, itu akan menjadi susunan yang jauh lebih masuk akal.
Karena terlalu asyik berangan-angan, petani itu merasa mengantuk. Ia pun memutuskan untuk berbaring sejenak di bawah kerindangan pohon oak yang besar.
Tak lama kemudian, ia tertidur dengan sangat pulas. Tiba-tiba, sebuah biji pohon oak jatuh dan mengenai hidungnya dengan cukup keras.
Petani itu pun terbangun dengan rasa terkejut. Ia segera mengusap hidungnya yang terasa sakit dan mulai mengeluarkan sedikit darah.
“Aduh, hidungku terasa sakit sekali,” seru petani itu sambil meringis. Ia membayangkan apa yang akan terjadi jika benda yang jatuh itu bukan biji oak yang kecil.
Jika saja biji oak itu berukuran sebesar labu, tentu kepalanya bisa terluka parah. Ia pun menyadari bahwa pemikirannya tadi sangat tidak bijak.
Petani itu akhirnya memuji kesempurnaan ciptaan Tuhan. Ia bersyukur karena alam telah diatur dengan penuh ketepatan dan kebijaksanaan yang luar biasa.
Dengan perasaan yang jauh lebih tenang, ia pun bangkit dari tanah. Petani itu berjalan pulang menuju rumahnya sambil merenungkan pelajaran berharga hari ini.
Segala sesuatu di dunia ini diciptakan dengan perhitungan dan tujuan yang sempurna oleh Sang Pencipta. Berhenti mengeluh tentang keadaan dan mulailah bersyukur atas ketetapan alam. Sering kali, apa yang kita anggap salah justru merupakan cara terbaik untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan hidup kita. Rendah hati dalam menerima realitas adalah kunci kedamaian pikiran.
Jean de La Fontaine
Profil penulis Jean de La Fontaine.
Baca Biografi Selengkapnya →