Lewati ke konten

Dongeng Brother Grimm : Jorinda dan Joringel

September 3, 2026 · Brother Grimm

Sukusastra-Di dalam sebuah hutan yang sangat lebat, terdapat sebuah kastel tua yang sangat misterius. Kastel itu adalah tempat tinggal seorang nenek sihir yang sangat jahat dan berkekuatan besar. Pada siang hari, nenek sihir itu selalu mengubah dirinya menjadi seekor kucing atau burung hantu.

Ketika malam tiba, sihir itu menghilang dan ia kembali menjadi manusia seutuhnya. Siapa saja yang berjalan mendekati kastel dalam jarak seratus meter akan langsung membeku seketika. Mereka tidak akan bisa bergerak atau berbicara sebelum nenek sihir itu melepaskan sihirnya.

Nenek sihir itu juga sangat membenci gadis-gadis muda yang cantik. Jika ada gadis yang mendekat, nenek sihir akan mengubahnya menjadi seekor burung yang kecil. Ia kemudian mengurung burung itu di dalam sangkar dan menyimpannya di ruangan rahasia.

Di sebuah desa yang tidak jauh dari hutan, hiduplah sepasang kekasih yang saling mencintai. Gadis itu bernama Jorinda, seorang gadis tercantik di seluruh wilayah desa tersebut. Kekasihnya bernama Joringel, seorang pemuda tampan yang memiliki hati sangat baik dan pemberani.

Mereka berdua sudah bertunangan dan sedang merencanakan pernikahan dalam waktu dekat. Suatu hari, mereka memutuskan untuk pergi berjalan-jalan menikmati keindahan alam di dalam hutan. Jorinda sudah mengingatkan Joringel agar mereka tidak berjalan terlalu dekat dengan kastel penyihir.

Ketika sedang asyik berjalan, mereka mendengar suara nyanyian burung merpati yang sangat sedih. Suara itu membuat hati mereka menjadi sangat pilu hingga mereka menangis bersama. Tiba-tiba saja, mereka berdua menjadi linglung dan kehilangan arah untuk jalan pulang.
Matahari mulai terbenam di ufuk barat dan suasana hutan menjadi sangat gelap. Joringel terkejut saat melihat kastel tua itu sudah berada sangat dekat di depan mereka. Sebelum mereka sempat berlari menyelamatkan diri, Jorinda tiba-tiba menyanyikan sebuah lagu yang sangat asing.

Seketika itu juga, tubuh Jorinda berubah menjadi seekor burung bulbul yang cantik. Seekor burung hantu bermata menyala terbang mengitari Jorinda dan langsung menangkapnya dengan cepat. Joringel hanya bisa berdiri kaku seperti batu karena terkena sihir kastel tersebut.

Nenek sihir bertubuh bungkuk dan berhidung bengkok kemudian muncul dari balik semak-semak. Ia membawa sangkar Jorinda lalu membebaskan Joringel dari sihir kaku setelah bulan purnama bersinar. Joringel menangis dan memohon agar Jorinda dilepaskan, namun nenek sihir itu menolaknya.

Joringel yang patah hati akhirnya pergi dan bekerja sebagai pengembala domba di desa terdekat. Setiap hari, ia selalu berjalan di sekitar hutan untuk mengawasi kastel tersebut. Ia terus berpikir keras mencari cara untuk bisa menyelamatkan kekasihnya yang terkurung.
Suatu malam, Joringel mendapat mimpi ajaib tentang sebuah bunga berwarna merah darah. Di dalam bunga itu, terdapat sebuah mutiara besar yang bisa menghancurkan segala jenis sihir. Ketika terbangun, Joringel langsung pergi mendaki bukit dan lembah untuk mencari bunga tersebut.

Pada hari kesembilan, Joringel berhasil menemukan bunga merah darah yang persis seperti di mimpinya. Ia segera membawa bunga ajaib itu dan berjalan mantap menuju kastel penyihir. Berkat kekuatan bunga tersebut, Joringel tidak lagi membeku saat mendekati gerbang kastel.

Joringel menyentuh pintu kastel dengan bunga itu, dan pintu besar langsung terbuka dengan mudah. Ia berjalan masuk dan mengikuti suara kicauan ribuan burung yang sangat bising. Ia menemukan ruangan besar berisi tujuh ribu sangkar burung yang dijaga oleh nenek sihir.
Nenek sihir sangat marah dan mencoba menyerang Joringel dengan ludah racun yang mematikan. Namun, kekuatan bunga merah darah itu berhasil melindungi tubuh Joringel dari serangan racun. Joringel kemudian melihat nenek sihir mencoba kabur membawa satu sangkar burung bulbul.

Joringel dengan cepat mengejar lalu menempelkan bunga ajaib itu ke sangkar dan tubuh nenek sihir. Seketika itu juga, seluruh kekuatan sihir jahat milik nenek sihir lenyap untuk selamanya. Burung bulbul di dalam sangkar berubah kembali menjadi Jorinda yang sangat cantik.
Joringel segera menempelkan bunga itu ke tujuh ribu sangkar burung lainnya di ruangan tersebut. Semua burung gaib itu langsung berubah kembali menjadi gadis-gadis muda yang rupawan. Joringel dan Jorinda akhirnya pulang ke desa mereka dengan perasaan yang sangat bahagia.

Pesan Moral / Hikmah Cerita

Cinta yang tulus, kesetiaan, dan keberanian yang besar akan memberikan kekuatan untuk melewati segala rintangan yang sulit. Sifat pantang menyerah dalam berbuat kebaikan pasti akan membuahkan hasil yang manis pada akhirnya. Selain itu, kejahatan tidak akan pernah bisa menang melawan kekuatan kebajikan dan ketulusan hati.

Brothers Grimm
Tentang Penulis

Brother Grimm

Profil penulis Brother Grimm.

Baca Biografi Selengkapnya →
Mau kirim karya? Yuk baca ketentuan redaksi.