Dongeng Beatrix Potter: Dua Tikus Nakal
August 30, 2026 · Beatrix Potter
Sukusastra-Di sebuah sudut ruangan, berdirilah sebuah rumah boneka yang sangat cantik. Rumah itu terbuat dari bata merah dengan jendela putih serta gorden kain muslin yang anggun.
Pemilik rumah mungil ini adalah dua gadis cilik bernama Lucinda dan Jane. Di dalam rumah tersebut, tersusun rapi berbagai perabotan dan makanan tiruan yang sangat menggoda mata.
Di meja makan, terdapat hidangan mewah seperti udang galah merah, daging asap, puding, buah pir, hingga jeruk segar. Semua makanan itu tampak nyata dan lezat, meskipun sebenarnya terbuat dari gips yang keras.
Suatu pagi, saat Lucinda dan Jane sedang pergi, suasana rumah menjadi sunyi senyap. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh dua ekor tikus bernama Tom Thumb dan Hunca Munca.
Mereka mengintai rumah boneka itu dengan hati-hati. Setelah memastikan situasi aman, mereka berdua segera masuk ke dalam rumah.
Hunca Munca langsung melompat ke arah meja makan dengan penuh semangat. Ia berharap bisa menikmati pesta makanan yang lezat.
Namun, saat mencoba menggigit daging asap, giginya hampir saja patah. “Ah, daging ini ternyata sekeras batu,” keluh Hunca Munca dengan kecewa.
Tom Thumb yang berada di dekatnya ikut merasa kesal. “Tentu saja, semua makanan di sini hanyalah tiruan,” sahut Tom Thumb dengan nada marah.
Rasa lapar yang tidak terpuaskan membuat mereka menjadi sangat kalap dan gelap mata. Mereka mulai mengamuk di dalam rumah boneka yang indah itu.
Tom Thumb dan Hunca Munca menjatuhkan berbagai barang berharga ke lantai. Mereka bahkan mengotori boneka-boneka yang ada di sana tanpa rasa bersalah.
Tiba-tiba, terdengar suara langkah kaki mendekat ke arah rumah boneka. Lucinda dan Jane telah kembali dan mereka terkejut melihat kekacauan yang terjadi.
Gadis-gadis itu segera menyadari keberadaan dua tikus nakal tersebut dari jejak yang ditinggalkan. Mereka sangat marah melihat kondisi rumah yang rusak parah.
Lucinda dan Jane memberikan hukuman berat kepada kedua tikus itu. Mereka dipaksa membersihkan serta merapikan kembali seluruh isi rumah boneka tersebut.
Jika mereka menolak untuk membereskannya, mereka tidak akan pernah diizinkan kembali ke tempat yang hangat dan nyaman itu. Akhirnya, Tom Thumb dan Hunca Munca pun belajar untuk tidak merusak milik orang lain.
Kebiasaan merusak barang milik orang lain hanya akan mendatangkan kerugian bagi diri sendiri. Sifat serakah dan kekecewaan tidak memberikan alasan untuk bertindak semena-mena terhadap lingkungan. Bertanggung jawab atas kesalahan yang diperbuat adalah langkah bijak untuk memperbaiki diri dan mendapatkan kembali kepercayaan orang lain dalam kehidupan sehari-hari.