Dongeng Hans Christian Andersen : Tuk Kecil yang Baik Hati
August 28, 2026 · Hans Christian Andersen
Sukusastra-Nama asli anak itu sebenarnya adalah Carl. Namun, saat masih balita, ia sering menyebut dirinya sendiri sebagai Tuk. Akhirnya, semua orang di sekitarnya pun memanggilnya dengan sebutan Tuk.
Suatu hari, ibu Tuk harus pergi ke pasar untuk keperluan rumah tangga. Tuk ditugaskan menjaga adik perempuannya yang bernama Gustava. Ia pun harus menggendong adiknya sambil belajar geografi untuk ujian sekolah.
Tuk bernyanyi untuk menghibur adiknya yang rewel. Sesekali, matanya melirik buku pelajaran tentang kota-kota di Seeland. Ia harus menghafal setiap nama kota agar bisa lulus ujian esok hari.
Lelah berdiri, Tuk duduk di kursi sambil memangku adiknya. Begitu ibunya pulang, ia segera masuk ke kamar untuk belajar. Ia memanfaatkan cahaya matahari dari jendela karena mereka tidak mampu membeli lampu minyak.
Saat belajar, ibunya melihat keluar jendela dan merasa iba pada seorang nenek. Nenek tukang cuci itu tampak kepayahan membawa keranjang cucian yang sangat berat. Tuk mendengar keluhan ibunya dan segera berlari keluar untuk menolong sang nenek.
Tuk membantu membawakan cucian itu hingga sampai ke alamat yang dituju. Namun, saat ia kembali ke rumah, hari sudah gelap gulita. Ia tidak bisa lagi membaca buku pelajarannya karena tidak ada cahaya lampu.
Tuk berbaring di kasur sambil berusaha mengingat materi yang ia baca tadi. Ia merasa cemas karena banyak pelajaran yang belum tersimpan di ingatannya. Akhirnya, ia meletakkan buku di bawah bantal dengan harapan ilmunya bisa meresap.
Dalam rasa kantuk yang berat, Tuk merasakan ciuman lembut di dahi. Ia mendengar bisikan halus yang berterima kasih atas kebaikannya. Suara itu berjanji untuk membantu Tuk menghafal seluruh pelajaran geografinya.
Tiba-tiba, Tuk merasa seperti sedang berkeliling ke kota-kota di Seeland. Ia melihat sejarah kota Vordingborg, Korsor, dan Roskilde dengan sangat jelas. Semua informasi yang sulit ia hafalkan kini tersusun rapi di dalam pikirannya.
Saat ayam berkokok, Tuk terbangun dengan perasaan yang sangat segar. Ia masih mengingat semua sejarah dan lokasi kota yang dipelajarinya lewat mimpi. Kebaikannya menolong orang lain telah membuahkan keajaiban yang indah.
Di jalan menuju sekolah, ia bertemu kembali dengan nenek yang ia tolong. Sang nenek berterima kasih dan mendoakan agar Tuhan mengabulkan mimpi-mimpi indah Tuk. Tuk pun berangkat ke sekolah dengan penuh keyakinan dan semangat belajar.
Perbuatan baik yang dilakukan dengan tulus akan mendatangkan keajaiban yang tidak terduga. Menolong orang lain yang kesusahan adalah tindakan mulia yang jauh lebih berharga daripada kepentingan pribadi. Kebaikan hati akan membuka jalan kemudahan bagi kita dalam menghadapi kesulitan hidup di masa depan.
Hans Christian Andersen
Profil penulis Hans Christian Andersen.
Baca Biografi Selengkapnya →