Lewati ke konten

Dongeng Aesopus : Anjing dan Bayangannya

August 22, 2026 · Aesopus

Sukusastra-Seekor anjing merasa sangat beruntung hari ini. Ia berhasil mendapatkan sepotong tulang dari seseorang.

Dengan perasaan gembira, ia segera berlari pulang ke rumahnya. Tulang itu ia bawa dengan erat di dalam mulutnya.

Di tengah perjalanan, ia harus melewati sebuah jembatan kecil. Jembatan itu melintasi aliran sungai yang airnya tampak sangat jernih.
Saat menunduk, ia melihat bayangan dirinya sendiri terpantul di permukaan air. Anjing itu merasa terkejut dan heran.

Ia mengira bayangan di bawah sana adalah seekor anjing lain. Lebih parahnya lagi, ia merasa anjing itu membawa tulang yang jauh lebih besar.

Rasa serakah tiba-tiba muncul di dalam hatinya. Ia ingin merebut tulang yang lebih besar itu agar miliknya bertambah banyak.

Tanpa berpikir panjang, ia langsung melompat ke dalam sungai. Ia ingin menerkam bayangan anjing tersebut dengan sekuat tenaga.

Namun, ia justru terjebak dalam kesulitan akibat perbuatannya sendiri. Air sungai yang cukup dalam membuatnya kewalahan.
Setelah berjuang keras, ia akhirnya berhasil mencapai tepi sungai. Namun, ia hanya bisa berdiri termenung dan merasa sangat sedih.
Tulang miliknya yang asli ternyata sudah hilang terbawa arus air. Ia sangat menyesali kebodohan yang baru saja ia lakukan.

Keserakahan memang sering membuat seseorang kehilangan apa yang sudah dimiliki. Anjing itu pulang dengan tangan kosong dan perut yang masih lapar.

Kejadian ini menjadi pelajaran berharga untuknya. Ia belajar untuk selalu bersyukur atas apa yang telah ada di depan mata.

Pesan Moral / Hikmah Cerita

Sifat serakah hanya akan mendatangkan kerugian bagi diri sendiri. Keinginan untuk memiliki lebih dari yang dibutuhkan sering kali membuat seseorang kehilangan hal berharga yang sudah ia miliki. Bersyukur dan merasa cukup adalah kunci utama dalam menjaga keberkahan hidup. Hendaknya kita selalu berpikir bijak dan menahan diri sebelum mengambil tindakan impulsif yang didorong oleh keserakahan semata.

Aesopus
Tentang Penulis

Aesopus

Profil penulis Aesopus.

Baca Biografi Selengkapnya →
Mau kirim karya? Yuk baca ketentuan redaksi.