Lewati ke konten

Mereka yang Menolak Merayakan Nobel

October 14, 2024 · Admin Suku Sastra

Dengan menolak merayakan Anugerah Nobel Sastra yang diterimanya pada 2024, baik dengan konferensi pers maupun bentuk lain, Han Kang sedang menegaskan sebuah sikap kepengarangan.

Tanpa kata-kata –medium utamanya dalam berkarya– Han Kang hendak mengatakan bahwa sastra dan semua yang bertalian dengannya tidak boleh melulu berurusan dengan estetika dan kebagusan tulisan belaka.

Sumber: Korea Times.

Sementara tetap bersetia pada tugas literernya, sastra dan sastrawan seharusnya tetap menjadi pelantang untuk gagasan tentang menjaga dan meninggikan harkat dan martabat kemanusiaan.

Keindahan metrum puisi, plot novel, atau kejutan cerpen harus disertai kekokohan dan keluhuran pesan. Keseimbangan bentuk dan isi itu harus pula disertai konsistensi di luar teks.

Vegetarian, novel pertama yang mengangkat nama Han Kang ke tingkat global, berkisah tentang trauma dan akibatnya pada individu. Melalui novel itu, Han Kang mengajak pembacanya untuk tetap berpikir jernih tentang trauma dan, tanpa dinyatakan secara eksplisit, mencari cara untuk mencegah timbulnya kembali kejadian traumatis.

Keengganannya mengadakan perayaan atas Anugerah Nobel Sastra 2024 adalah kelanjutan dari pesan novel mencekam itu. Han Kang, dengan demikian, tidak hanya “omdo”: ia melaksanakan kata-katanya, baik yang tersurat maupun yang tersirat.

Memang tak elok rasanya kalau seseorang, entah sastrawan entah bukan, merayakan sesuatu yang memuliakan dirinya sendiri sedemikian tinggi sementara di Palestina dan Ukraina ribuan orang diusir, dihinakan, dan dijagal.

Pilihan untuk tidak merayakan Anugerah Nobel Sastra dengan euforia oleh penerimanya bukan sekali ini terjadi–dengan alasan yang berbeda-beda dan sah. Pada 1964, Sartre malah memohon kepada panitia Anugerah Nobel agar tidak dicantumkan dalam nominasi.

Sartre menolak anugerah itu dengan alasan yang khas-eksistensialis: “Penulis yang menerima anugerah semacam ini berarti memasukkan asosiasi atau institusi pemberi anugerah itu ke dalam dirinya sendiri. Si penulis harus menolak diubah menjadi sebuah institusi walau dilakukan dalam situasi penuh penghormatan seperti dalam kesempatan ini.”

Ringkasnya, Sartre beranggapan akan kehilangan independensi diri jika menerima anugerah itu.

Tak ada yang akan menyangkal bahwa Doctor Zhivago adalah salah satu puncak kesusastraan dunia dan Boris Pasternak sangat layak memperoleh anugerah sastra prestisius dari organisasi apa pun. Namun, pemerintah Uni Soviet kala itu menganggap Nobel Sastra sebagai propaganda kapitalis dan memaksa Pasternak menolak menerima anugerah walau pada awalnya ia menerima.

Pada 2016, Bob Dylan menyatakan tidak akan hadir dalam acara penerimaan. Ia memang akhirnya diwakili oleh Patti Smith. Alasan penolakannya epistemologis: ia tidak yakin apakah lirik-lirik lagunya yang memang indah dan progresif itu memang dapat dianggap sebagai karya sastra.

Walau menyatakan menerima, Doris Lessing dan Alice Munro memilih untuk tidak hadir dalam acara penerimaan karena alasan kesehatan: para sastrawan pilih tanding itu memang sudah sepuh saat diumumkan sebagai penerima.

Namun, tetap harus dicatat bahwa juga bukan masalah jika seorang penulis atau seniman bersuka hati dengan penghargaan–dalam bentuk apa pun–atas buah karyanya: ia berhak mutlak atas penghargaan itu karena telah memberikan seluruh dirinya untuk memperkaya khazanah budaya umat manusia.

A
Tentang Penulis

Admin Suku Sastra

Admin Suku Sastra menangani semua tetek bengek di situs web SukuSastra.com, mulai dari memeriksa kelengkapan tulisan sebelum memposting di situs web hingga mengontrol tampilan.

Baca Biografi Selengkapnya →
Mau kirim karya? Yuk baca ketentuan redaksi.