Lewati ke konten

Peristiwa

Malam Penganugerahan Sayembara Festival Sastra Yogyakarta “Rampak” 2025

August 3, 2025

“Rampak” Festival Sastra Yogyakarta 2025 dibuka pada Minggu malam (02/08/2025) di Taman Budaya, Embung Giwangan. Kemilau gelaran demi gelaran yang menyemaraki panggung mengundang tepuk tangan, haru, dan rasa bangga dari bangku penonton. Mulai dari Mulih (2022), Sila (2023), Siyaga (2024), dan Rampak (2025), festival ini tak hanya memikat penyair dari kota Yogyakarta untuk berpastisipasi, tetapi juga seluruh Indonesia.

Deklamasi puisi oleh Seteng Sadja dan musikalisasi Pacar Senja–Joko Pinurbo dari Paksi Raras Alit, mengawali acara dan membuat penonton terkesima. Lalu macapat Pangkur Singgah-Singgah yang hening, liris, dan syukur. Atau dongeng dan geguritan yang jenaka dan jujur dari anak-anak. Itu semua berlangsung sebelum acara utama, yakni penganugerahan pemenang sayembara puisi FSY 2025.

Sekda Kota Yogyakarta, Ir. Aman Yuriadijaya dalam acara Malam Penganugerahan Sayembara Festival Sastra Yogyakarta “Rampak” 2025 (2/8/2025).

Setelah melalui proses penjurian yang amat berhati-hati dan mempertimbangkan berbagai aspek, para juri; Indrian Koto, Komang Ira Puspitaningsih, dan Yona Primadesi mengantongi lima nama. Para juara itu antara lain; S. Kamar (juara 5), Khotibul Umam (juara 4), Yana Risdiana (juara 3), Badrul Munir Chair (Juara 2), dan Astrajingga Asmasubrata (juara 1).

“Sebagai juri, kami menyadari pilihan yang kami lakukan tentu akan berbeda seandainya orang lain yang ada di posisi kami saat ini. Namun demikian, pilihan ini bisa dipertanggungjawabkan sebagai hal yang sudah kami sepakati bersama bahwa tidak ada yang benar-benar sempurna dari puisi yang ada, karena dalam lomba salah satu tugas juri, mencari yang bolong dalam karya, selain juga menangkap kilaunya,” papar Indrian Koto mempertanggungjawabkan laporan penjurian.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, S.Sos.,M.M., berharap FSY ke depannya terus dimaknai sebagai bentuk kebersamaan dan kerja kolaborasi, yakni tetap nyawiji untuk bekerja sama dalam kerja-kerja budaya. Tentunya sebagai ruang temu bagi insan komunitas sastra, masyarakat Jogja, dan Indonesia.

Sementara itu, Sekretaris Daerah kota Yogyakarta, Ir. Aman Yuridijaya, M.M., berpesan “Dari mana pun asal kita sepanjang kita memberikan kreativitas dari Yogyakarta, maka sepatutnya kita masyarakat Yogyakarta, masyarakat budaya Yogyakarta dan masyarakat sastra Yogyakarta patut berbangga.”

Puisi dalam malam ini tak ubahnya tradisi, mesti dibunyikan di atas panggung sebelum para wicara bicara hal lain. Acara ditutup dengan menampilkan Setyawancello dan Iksan Skuter. FSY 2025 telah mewadahi pembaca, penulis, komunitas, penerbit, dan sebagainya. Kata-kata “Rampak” menggema di Auditorium, mencerminkan semangat kebersamaan, diikat satu gairah bernama “sastra”.

Catatan redaksi: Liputan ini terselenggara berkat kerja sama Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Festival Sastra Yogyakarta 2025, IKAPI DIY, dan Suku Sastra.

Mau kirim karya? Yuk baca ketentuan redaksi.