Lewati ke konten

23 Tweets | Buku Pertamaku – Joko Gesang Santoso | Yogyakarta

October 13, 2017 · Fairuzul Mumtaz

Joko Gesang Santoso merupakan pengamat sastra, cerpenis sekaligus penyair, lulusan sastra indonesia UNY. Kemudian melanjutkan studi S2 Ilmu Sastra Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Dia lahir pada tanggal 7 Mei 1984 di Gunungkidul, Yogyakarta dan merupakan dosen di Universitas Sarjana Tamansiswa Yogyakarta.

1 Joko Santosa adalah dosen UST Yogyakarta dan penulis buku Senapan Tak Berpeluru
2 Joko Santosa memiliki nama pena yakni Joko Gesang Santosa #Buku pertama
3 Buku yang dia suka sewaktu masih kecil adalah majalah Joko Lodang #BukuPertama
4 Joko Santoso lebih menyukai huruf atau aksara ketimbang gambar seperti komik #BukuPertama
5 Buku yang paling diingat sampai sekarang adalah buku-buku Pramoedya #BukuPertama
6 “Tulisan Pram membuat pikiran kita terbuka, sebab Pram sering tulisannya jujur tanpa membius dengan daya magis.” -Joko Gesang Santosa- #BukuPertama
7 Joko Santoso membuat skripsi S1 dari karya Pram Tetralogi Guru dengan sudut pandang pasca kolonial #BukuPertama
8 “Saya pernah ingin melupakan Pram tapi tidak bisa.” -Joko Gesang Santosa- #BukuPertama
9 “Selain Pram, saat ini saya juga suka baca buku sastra seperti Kuntowijoyo, baik teori maupun karya-karya sastranya.” -Joko Gesang Santosa- #Buku Pertama
10 “Mulai ada bentrokan awalnya ketika membaca buku Kuntowijoyo, karena Kuntowijoyo berusaha realistis tapi dengan cara magis.” -Joko Gesang Santosa- #BukuPertama
11 “Saya pernah membuat cerpen dengan meniru gaya Kunto waktu itu.” -Joko Gesang Santosa #BukuPertama
12 “Saya bahagia melihat ada beberapa mahasiswa yang membuat diskusi tentang Pram.” -Joko Gesang Santosa- #BukuPertama
13 “Buku literasi itu padahal penting tapi lebih banyak dilewati oleh masyarakat Indonesia.” -JGS- #BukuPertama
14 Joko Gesang Santosa merokemendasikan karya-karya Pram untuk mahasiswa agar kritis #BukuPertama
15 Orang barat melewati tahap lisan, literasi kemudian audio visual. Sementara kita dari lisan itu langsung ke audio visual/digital #BukuPertama
16 “Kita masih banyak penikmat visual daripada pembaca literasi.” -JGS- #BukuPertama
17 “Kebanyakan orang akan lebih suka menonton film daripada membaca.” -Joko Gesang Santosa- #BukuPertama
18 “Repotnya kita itu minim literasi, sementara untuk membangun sangat sulit karena budaya layar.” -JGS- #BukuPertama
19 “Repotnya lagi kita tidak kritis, mudah terhipnotis dan gambar terprovokasi.” -JGS- #BukuPertama
20 Joko Gesang Santosa memiliki harapan pada gerakan literasi semakin kuat #BukuPertama
21 “Bagi saya semacam @radiobuku ini penting. Sebab yang ditekankan adalah literasi didampingi audio.” -JGS #BukuPertama
22 “semoga tetap bertahan hingga ke depan. Radio di luar sana bergerak masif kearah produk atau capital.” -JGS- #BukuPertama
23. “Untuk @radiobuku … jangan sampai kalah atau hilang itu harapan saya.” -JGS- #BukuPertama

F
Tentang Penulis

Fairuzul Mumtaz

Ketua Komunitas Sastra Suku Sastra ini adalah penulis, jurnalis, novelis, editor, pembaca puisi, dan akademisi sastra dan budaya. Aktif di berbagai kegiatan sastra dan literasi.

Baca Biografi Selengkapnya →
Mau kirim karya? Yuk baca ketentuan redaksi.