Dongeng Jean de La Fontaine : Murid Nakal, Kepala Sekolah, dan Pemilik Kebun
September 4, 2026 · Jean de La Fontaine
Sukusastra-Seorang murid di sebuah sekolah terkenal sangat nakal. Ia sering melanggar peraturan demi kesenangan pribadinya.
Suatu hari, ia memutuskan untuk bolos sekolah. Ia berjalan menuju kebun milik warga yang terletak tidak jauh dari sekolahnya.
Murid itu berniat mengambil buah-buahan secara diam-diam. Ia memanjat pohon dengan sangat tergesa-gesa.
Tanpa disadari, pemilik kebun melihat aksinya. Murid itu menjatuhkan buah yang matang dan yang masih mentah ke tanah.
Ia juga mematahkan dahan pohon dengan kasar. Ia hanya ingin mendapatkan buah dengan cara yang paling mudah.
Pemilik kebun merasa sangat marah melihat pohonnya dirusak. Ia segera mendatangi kepala sekolah untuk melaporkan kejadian tersebut.
Kepala sekolah merasa sangat geram mendengar perilaku muridnya. Ia berjanji akan memberikan hukuman berat kepada pelaku perusakan kebun itu.
Kepala sekolah kemudian bergegas menuju kebun dengan diikuti oleh beberapa murid lainnya. Ia ingin menangkap murid nakal tersebut secara langsung.
Namun, rencana itu justru menjadi sebuah bencana besar. Ketika sampai di kebun, para murid yang ikut justru tergiur melihat pohon apel.
Mereka melupakan tujuan awal kedatangan mereka ke sana. Tanpa izin, mereka langsung menyerbu dan memanjat pohon apel yang sangat lebat itu.
Kebun tersebut memang sangat subur dan menjadi kebanggaan pemiliknya. Namun, pemiliknya terlalu kikir untuk berbagi dengan tetangga atau orang sekitar.
Kini, ia harus melihat semua buah apelnya habis dipetik oleh para murid. Harapan untuk panen besar saat musim gugur pun sirna seketika.
Tindakan murid-murid itu mencerminkan perilaku yang tidak terpuji. Mereka tidak meminta izin sebelum mengambil sesuatu milik orang lain.
Di sisi lain, pemilik kebun juga mendapatkan pelajaran penting. Sifat kikir yang ia miliki tidak mendatangkan kebaikan bagi hidupnya sendiri.
Kejadian di kebun itu menjadi pengingat bagi semua orang. Menghargai hak milik orang lain adalah kewajiban yang harus dipegang teguh.
Selain itu, bersikap jujur dan tidak merusak lingkungan adalah cerminan karakter yang baik. Pemilik kebun kini menyesal karena tidak pernah bersikap ramah.
Ia seharusnya sadar bahwa kekayaan bukan untuk disembunyikan sendiri. Berbagi dengan sesama akan menciptakan lingkungan yang lebih damai dan saling menghargai.
Kejujuran dan rasa menghargai hak milik orang lain adalah pondasi utama dalam pergaulan. Sifat kikir sering kali berujung pada kerugian yang tidak terduga. Kita harus belajar untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama agar kehidupan menjadi lebih bermakna. Menghargai milik orang lain dan bersikap dermawan adalah kunci kedamaian hidup bersama dalam sebuah masyarakat.
Jean de La Fontaine
Profil penulis Jean de La Fontaine.
Baca Biografi Selengkapnya →