Lewati ke konten

Dongeng dari Perancis: Tukang Sepatu dan Akuntan Keuangan

October 14, 2026 · Jean de La Fontaine

Sukusastra-Di sebuah kota kecil, hiduplah seorang tukang sepatu yang sangat miskin. Setiap hari ia bekerja membuat sepatu sambil bernyanyi riang dari pagi hingga malam. Siapa saja yang melihat dan mendengar nyanyiannya pasti akan ikut merasa bahagia.

Kehidupan tukang sepatu itu sangat bertolak belakang dengan tetangganya. Sang tetangga adalah seorang akuntan keuangan yang kaya raya namun jarang tersenyum. Akuntan itu selalu bekerja sepanjang malam dan selalu kekurangan waktu tidur.

Setiap pagi, akuntan terbangun kesiangan karena terganggu oleh suara nyanyian tukang sepatu. Akuntan merasa kesal karena uangnya yang banyak tidak bisa membeli tidur yang nyenyak. Ia lalu mendapat ide untuk mengundang tukang sepatu ke rumahnya.

Akuntan bertanya tentang jumlah penghasilan sang tukang sepatu dalam satu tahun. Tukang sepatu tertawa dan menjawab bahwa ia tidak pernah menghitung uangnya. Baginya, uang yang cukup untuk makan sehari-hari sudah membuat dirinya sangat bersyukur.

Mendengar jawaban itu, akuntan memberikan sebuah kantong berisi seratus pounds kepada tukang sepatu. Ia meminta tukang sepatu menyimpan uang itu dengan hati-hati sebagai hadiah. Tukang sepatu sangat terkejut karena belum pernah melihat uang sebanyak itu.
Tukang sepatu membawa pulang kantong uang tersebut dengan perasaan cemas. Ia segera menggali tanah di dalam rumahnya untuk mengubur uang logam itu. Sejak saat itu, ketenangan hidup tukang sepatu tiba-tiba hilang.

Ia tidak pernah bernyanyi lagi karena hatinya selalu diliputi rasa takut. Waktu tidurnya berkurang karena ia selalu terjaga untuk mengawasi uangnya dari pencuri. Bahkan suara kucing di malam hari membuat tukang sepatu panik dan ketakutan.

Wajah tukang sepatu menjadi kusut dan ia merasa sangat putus asa. Akhirnya, ia menggali kembali kantong uang itu dan membawanya pulang ke rumah akuntan. Tukang sepatu ingin mengembalikan semua uang tersebut kepada pemiliknya.

Tukang sepatu memohon agar akuntan mengambil kembali seluruh uang seratus pounds itu. Ia berkata bahwa ia ingin kembali menjadi orang yang bahagia seperti sedia kala. Ia memilih kehilangan kekayaan asalkan bisa kembali menari dan bernyanyi riang.

Pesan Moral / Hikmah Cerita

Kekayaan materi yang berlimpah tidak selalu mendatangkan kebahagiaan sejati dalam hidup manusia. Kebahagiaan sejati justru lahir dari rasa syukur dan ketenangan hati yang penuh kedamaian. Jangan biarkan harta benda mengubah diri kita menjadi orang yang serakah, penuh kecurigaan, dan melupakan kegembiraan sederhana bersama orang-orang di sekitar kita.

Jean de La Fontaine
Tentang Penulis

Jean de La Fontaine

Profil penulis Jean de La Fontaine lahir di Château-Thierry.

Baca Biografi Selengkapnya →
Mau kirim karya? Yuk baca ketentuan redaksi.