Lewati ke konten

Dongeng dari Perancis : Burung Phoenix Berkepala Dua

October 14, 2026 · Charles Perrault

Sukusastra-Dahulu kala, ada dua orang sahabat karib yang saling menyayangi melebihi saudara sendiri. Suatu hari, salah satu dari mereka jatuh sakit parah dan akhirnya meninggal dunia. Sahabat yang merawatnya pun merasa sangat sedih hingga ikut jatuh sakit lalu menyusul wafat.

Ajaibnya, jiwa kedua sahabat itu lahir kembali menjadi seekor burung phoenix berkepala dua. Mereka tetap saling menyayangi, mencari makanan bersama, dan menjadi dua kepala yang selalu setia. Saat mereka sedang berada di dalam hutan, seorang pemburu bersiap melepaskan anak panahnya.

Pemburu itu mengurungkan niatnya karena melihat kedua kepala burung itu saling mengasihi. Ia merasa iba lalu pulang dan menceritakan keajaiban tersebut kepada orang-orang di desa. Kabar tentang burung phoenix berkepala dua yang langka ini akhirnya terdengar sampai ke istana raja.

Raja yang penasaran segera memerintahkan para pengawal untuk menangkap burung phoenix itu hidup-hidup. Burung itu berhasil ditangkap lalu dimasukkan ke dalam sebuah sangkar emas yang besar. Raja sangat mengagumi keindahan bulunya dan selalu memamerkan burung itu kepada para tamunya.

Suatu hari, raja ingin menguji kesetiaan kedua kepala burung phoenix tersebut. Raja hanya memberikan makanan kepada satu kepala, sedangkan kepala yang lain sengaja dibiarkan. Namun, kepala yang diberi makan menolak menghabiskannya dan justru membuang makanan itu karena merasa tidak adil.

Raja menjadi sangat jengkel melihat kekompakan kedua kepala burung phoenix yang ada di sangkar. Beliau lalu memerintahkan seorang bawahannya untuk memisahkan kedua kepala itu tanpa membunuh burungnya. Raja menjanjikan hadiah berupa separuh kekayaan kerajaan bagi siapa saja yang berhasil melaksanakannya.

Bawahan raja berpikir sangat keras sambil mengamati gerak-gerik burung phoenix itu setiap hari. Ia kemudian memperhatikan bahwa kedua kepala burung itu kadang-kadang menghadap ke arah yang berlawanan. Pria cerdik ini langsung memanfaatkan momen tersebut untuk membisikkan sesuatu yang misterius kepada salah satu kepala.

Kepala yang tidak mendengar bisikan itu menjadi penasaran lalu bertanya kepada saudaranya. Kepala yang dibisiki menjawab jujur bahwa bawahan raja tidak mengatakan apa-apa kepadanya. Sayangnya, tindakan tersebut dilakukan berulang kali hingga memicu rasa curiga dan rasa iri yang besar.

Hubungan kedua kepala burung phoenix itu mulai retak karena kehilangan rasa saling percaya. Kepala yang merasa cemburu menuduh saudaranya telah berbohong dan menyembunyikan rahasia besar darinya. Mereka akhirnya terlibat pertengkaran hebat yang sangat sengit di dalam sangkar emas mereka.

Kedua kepala itu saling mematuk dan mendorong satu sama lain dengan sangat marah. Tiba-tiba, terdengar suara letusan yang sangat keras dari dalam sangkar burung tersebut. Tubuh mereka secara ajaib terpisah menjadi dua ekor burung phoenix yang sama-sama utuh sempurna.
Bawahan raja segera membawa kedua burung phoenix yang telah terpisah itu ke hadapan raja. Raja merasa sangat puas dengan hasil kerja bawahannya yang berhasil memisahkan mereka. Namun, raja ternyata melupakan janjinya dan tidak memberikan separuh kekayaan yang telah ia janjikan.

Bawahan raja hanya diberikan cuti panjang dan beberapa hadiah kecil yang biasa saja. Ia merasa sangat kecewa sekaligus menyesali perbuatan buruknya yang telah memfitnah burung tersebut. Kesetiaan sejati burung phoenix hancur berantakan akibat adu domba yang ia lakukan demi sebuah hadiah.

Pesan Moral / Hikmah Cerita

Persahabatan yang kokoh bisa hancur seketika jika kita membiarkan rasa iri dan prasangka buruk menguasai hati. Kita harus selalu menjaga kepercayaan dan tidak mudah terhasut oleh ucapan orang lain yang berniat mengadu domba. Kejujuran dan kesetiaan adalah pondasi utama dalam sebuah hubungan agar tidak membawa penyesalan di kemudian hari.

Charles Perrault
Tentang Penulis

Charles Perrault

Profil penulis Charles Perrault.

Baca Biografi Selengkapnya →
Mau kirim karya? Yuk baca ketentuan redaksi.